Setelah seratus tahun lamanya /? akhirnya ini blog bisa on lagi, dengan ff terbaru asli dari otak author. Happy readding ^^
CHEOSSARANG
Author :
Angzilo Lee
Genre :Romance,
Sad, Love, Friend Ship, etc.
Rat/Length : PG +14 / Oneshoot
Cast :
(BTS x Main Cast) Jeon Jungkook| Han Kyuri | Kim Taehyung | Jung Jikyo | Park
Jimin | OC
Disclamer
: Cerita ini hanya sebuah Fanfiksi belaka, apa bila ada kesamaan cerita dengan
FF lain mohon dimaklumi dan bukan maksud author memplagiat tapi itu hanya
ketidak sengajaan. BTS dalam FF ini hanya digunakan sebagai Cast agar author
bisa mendalami perasaan dalam membuat FF ini. Bukan maksud author merendahkan
Bangtan ya, author juga ARMY kok.
Happy
Reading ^^
~Angzilo
Lee Story Line~
Hujan disiang hari, saat dimana kau
sedang sibuk diluar ruangan, bagaimana perasaanmu?Kesal? Atau justru senang dan
merasa bersyukur karena hujan membawamu kesebuah kenangan manis dan pahit
secara bersamaan hingga membuatmu akan menjadi nyaman? Hohoho, tentu kebanyakan
dari kalian akan menjawab kesal saat kesibukanmu terganggu.
Itu juga adalah hal yang dirasakan
oleh seorang namja yang satu ini, kesal.Namja bernama Jeon Jungkook ini tengah
sibuk berusaha memperbaiki mobil sialan milik sahabatnya itu.Ehem, bukan maksud
Jungkook ini seorang pekerja bengkel mobil ya, hanya saja mobil miliknya harus
masuk ‘rumah sakit’ karena dirusak oleh adik sepupunya yang masih belajar
mengemudi.Karena itu dengan terpaksa Jungkook harus meminjam mobil butut milik
sahabatnya.
“Yeobseyo?” ucap Jungkook sembari
menelpon seseorang.
<i>Oh, Yeobseyo. Jungkook-ah
wae?</i> jawab seseorang didalam telepon.
“Hyeong!Ige mwoya?!” teriak Jungkook.
<i>Ige mwoya..
Mwoya..mwoya?”</i>
“Jimin hyeong, kenapa kau meminjamiku
mobil butut ini eoh? Kau kan punya mobil baru, jadi kenapa..ah, hyeong”
<i>Wae?Mobil itu mogok lagi?
Aigoo, ada apa dengan si kyuning?</i>
“Kau tidak perlu menambahkan huruf ‘Y’
dibelakang huruf ‘K’ itu menjijikan. Sudahlah, datang kemari dan jemput aku,
kau tahukan aku terjebak hujan, jasku sudah basah kuyup”
<i>Ayolah, bapak direktur, aku
sibuk menjaga cafeku</i>
“Kalau begitu kirim mobilmu kemari,
suruh orang lain menjemputku”
<i>Hoho, andwaeyo. Mobil baruku
akan aku gunakan untuk jalan-jalan dengan Eunli nanti malam, dan jika aku
gunakan untuk menjemputmu ditengah hujan seperti ini, tentu mobilku tidak akan
dalam keadaan baik bukan?</i>
“Aish, lalu apa yang akan kau lakukan
padaku? Kau akan membiarkanku kedinginan? Bagaimana kalau aku terkena flu?”
<i>Hei, siapa suruh kau
menghancurkan mobilmu sendiri eoh?Berhentilah mengeluh, dasar bocah. Geure, neo
eodiga?<i>
“Eung..didepan restoran seafood and
Italian food, dekat perpustakaan umum. Wae? Kau mau menjemputku”
<i>Ani, berjalanlah sedikit
kearah selatan, kau akan melihat sebuah apartemen dan dua café disebelahnya,
berjalanlah sampai kau menemukan sisi lain dari café kedua. Dan jeng..jeng..</i>
“Sebuah halte? Apa maksud mu?”tanya
Jungkook saat ia mengikuti saran Jimin.
<i>Pulanglah dengan bus hari
ini, turun setelah kau melewati dua halte, saat kau turun dihalte ketiga, jalan
saja menuju kearah… @Bla..bla@</i>
<i>Jungkook-ah belajarlah naik
bus agar kau bisa tahu jalan lain menuju apartemenmu. Mobilnya kau tinggal
saja, aku akan menyuruh orang mengambilnya nanti. Sudah dulu ya, hyeong sibuk,
annyeong^^ semoga selamat sampai tujuan</i>
“Ya hyeong!”
Pip..pip..
“Aissh, sial!Siapa juga yang peduli
dengan mobilbututmu itu” ucap Jungkook ketus.
.
~Cheossarang~
Mendengarkan dentuman musik saat kau
sedang merasa sedih, kecewa, bahagia, bimbang dan atau apapun itu, tapi musik
memang membuatmu bisa mendalami perasaanmu sendiri bukan?tentu tergantung genre
musik itu sendiri.
Namja itu menatap lurus keluar café,
mengamati kegiatan orang-orang disekitar jalan.Tidak, tidak, sebenarnya namja
itu tengah mengamati sekelompok gadis yang berada disebrang café
lainnya.Melihat mereka yang tengah tertawa, terkadang mereka terlihat saling
berusaha menyibukkan diri dengan buku ditangan mereka.Diantara itu semua, ada
seorang yeoja yang menjadi pusat perhatian namja ini, yeoja yang terlihat
sangat senang menjahili kawan-kawannya.
“Kau, benar-benar cantik.Entah dari
jauh ataupun dari dekat. Tsk, aku bahkan tidak bisa menggambarkan kecantikanmu”
gumam namja itu.
Hingga tiba-tiba namja itu segera
melepas earphone yang terpasang ditelinganya, berjalan keluar café adalah yang
ia lakukan, dan berlari mengejar waktu adalah hal ter-menyebalkan baginya.
Ayolah, ia lupa akan meeting penting yang akan berlangsung sepuluh menit lagi.
Disisi lain, Jungkook terlihat
memasuki café yang namja tadi tinggalkan. Penampilan rambutnya terlihat tidak
begitu bagus, acak-acakan.Langkah pasti Jungkook mengarah keseorang namja yang
sedang asyik duduk dikursi dekat pelayan.
Brukk…
“Hyeong!” teriak Jungkook sembari
memukul meja dihadapan namja itu.
“Oh..wae?” jawab Jimin –namja itu-
tanpa ada rasa terkejut sedikitpun.
“Aku minta pertanggungan jawabmu”
“Soal apa?”
“Jangan pura-pura tidak tahu. Tentu
saja soal kau menelantarkanku”
“Eoh? Ah… minggu lalu? Hey, duduk
dulu kau tamu disini” ucap Jimin menggandeng Jungkook untuk duduk dipojok cafĂ©
miliknya.
“Baiklah, apa kau akan memarahiku
hanya karena aku tidak mau menjemputmu? Ayolah, Jungkook, aku sudah meminjamimu
mobil pertamaku, harusnya kau bisa berterima kasih karena punya hyeong sebaik
aku”
“Cih, mobil pertama yang bahkan tak
layak pakai.Ini, aku bayar sewa mobil bututmu itu”
“Oh, kau membayarnya?Tentu harus,
aku sudah meminjamimu mobil dan aku juga sudah memberimu instruksi jalan menuju
apartemenmu, benarkan? Aku cukup berjasa”
“Heol, sahabat macam apa kau ini,
memberi bantuan saja harus dibayar”
“Kita tidak boleh menolak uang,
karena uang cuma-cuma sangat jarang untuk bisa kita terima”
“Tsk, tsk, tsk” decak Jungkook
sembari menggelengkan kepalanya.
“Sudahlah, aku pesan satu
cappuccino” lanjut Jungkook dan Jimin hanya tersenyum.
“Aku beri kau gratis hari ini, semua
yang kau inginkan” balas Jimin sembari membuat gerakan menembak kearah Jungkook
dengan mengedipkan sebelah matanya.
“Never mind” gumam Jungkook sembari
memutar bola matanya, malas.
.
~Cheossarang~
Mata Jungkook tertarik untuk menatap
kesebuah titik saat ia sedang duduk di café milik Jimin ini. Hujan, entahlah,
apakah selama seminggu ini hujan terus mengguyur Seoul, atau baru kali ini
sejak ia ditelantarkan oleh mobil butut Jimin. Yup! Jungkook sempat
meninggalkan kota Seoul selama beberapa hari lalu, tepat setelah ia ke hujanan.
Ayolah, pergi keluar kota seperti sebuah rutinitas bagi Jungkook, karena ia
adalah seorang direktur perusahaan, meskipun itu perusahaan cabang. Untuk usia
semuda Jungkook tentu appa namja ini belum ingin menyerahkan tugas berat
‘Presdir’ kepada namja mudanya ini.
Tangan Jungkook bergerak untuk
mengambil cappuccino yang ia pesan tadi, sesekali ia menyesap minuman hangat
itu, membiarkan bibir manisnya beradu dengan mulut cangkir digenggamannya.
Semua berjalan dengan datar, sudah
lima belas menit Jungkook menghabiskan waktu berharganya sebagai seorang
direktur hanya untuk memandangi hujan yang dengan semangatnya beradu kuat
dengan tanah. Hingga sebuah memori melesat dan memutar sebuah kejadian yang
terjadi saat pertama kalinya ia naik bus minggu lalu.
.
Flasback
Yeoja itu tak bosan-bosannya
memandang keluar jendela, memandangi jalanan yang basah dan terlihat kurang
menyenangkan. Melamun, kegiatan yang ia lakukan sembari menunggu ia sampai
ketujuan dengan diantar bus ini. Wajah tenang dengan tatapan kosong itu seakan
menandakan ia tidak peduli dengan siapapun disekitarnya termasuk Jungkook,
namja yang sedari tadi menatapnya dari pojok bus, tepat dibelakang tempat duduk
yeoja itu.
Ada sedikit perasaan senang dilubuk
hati Jungkook saat menatap yeoja itu, meskipun jujur saja, perasaan kecewa dan
geram lebih mendominasi perasaannya saat ini.Hingga Jungkook sendiri menemukan
titik jenuhnya berlama-lama menatap yeoja itu.
“Aku bosan dan aku tidak peduli
padamu lagi” gumam Jungkook dengan sangat pelan.
Ia melempar pandangan keluar jendela
sama seperti yeoja itu, hingga akhirnya pandangannya menabrak sesosok pria
berjaket dengan topi yang menghiasi kepalanya.
Jungkook terlihat semakin malas saat
ia mendapati namja itu menaiki bus yang sama dengannya. Jungkook hafal betul
siapa namja itu, namja yang membuatnya merasakan siksaan dari sebuah pengalaman
yang disebut cinta.
Namja itu adalah Kim Taehyung
danJung Jikyo adalah yeoja yang sempat membuat mata Jungkook tertarik untuk
mengamatinya.
Dilihatnya Taehyung mendekat kearah
Jikyo dengan senyum lebarnya, sedang Jikyo juga turut memandang Taehyung yang
kelihatan sedikit basah.Taehyung berdiri tepat disamping Jikyo, melepaskan
jaketnya dan menyelimutkan benda itu agar membalut ditubuh mungil Jikyo yang
terlihat sedikit menggigil.
Dengan gerakan pelan dan pasti,
Jikyo memeluk Taehyung dari posisi duduknya.Membiarkan kepalanya bersandar
diperut Taehyung, mencoba mencari kehangatan dari namja yang berstatus sebagai
‘namjachingu’ dari dirinya.
Enggan bagi Jungkook untuk
melihatnya, rasa risih benar-benar membuatnya muak serasa ingin muntah. Jika
ada toilet dibus ini ia pasti sudah kesana sekedar muntah dan menghilangkan
rasa mualnya. ‘Ayolah, Jungkook, kau pasti bisa, ini tidak akan lama’ ucap
Jungkook pada dirinya sendiri.
Flasback
End
.
Perasaan itu mulai kembali
menghampiri Jungkook, keringat dingin mulai menghiasi pelipisnya.Muak, adalah
hal yang Jungkook rasakan. Lidahnya mulai terasa pahit saat ia kembali menyesap
cappuccino yang ia pesan, sepahit pengalaman cinta pertamanya.
Teringat akan sesuatu, ia memeriksa
kantong jaketnya, mencoba mencari tahu apa benda itu ada atau tidak.
“Kau masih menyimpannya, tapi kau
juga tidak peduli saat kau kehilangannya.Sama seperti yang kau lakukan padaku”
Jungkook tersenyum sinis pada sebuah benda ditangannya.
Gantungan ponsel berbentuk boneka
kelinci itu sekarang berganti, menggantung dijari telunjuk Jungkook. Senang
saat tahu bahwa gadis itu masih memakai benda yang ia berikandan sedih saat ia
tahu yeoja itu sama sekali tidak peduli saat benda itu hilang. Yup! Benda itu
terjatuh saat Jikyo bersama Taehyung turun dari bus.
.
“Jimin hyeong!” teriak Jungkook
tanpa melepas pandangannya kegantungan itu.
“Aigoo, Jungkook-ah, wae?Jangan
berteriak seperti itu di cafĂ© milikku” jawab Jimin yang segera berjalan kearah
Jungkook.
“Ambilkan aku kertas dan bolpoin”
“Kau fikir aku siapamu? Meminta
sesuatu seakan-akan aku budak kalah tanding”
“Ambilkan kertas dan bolpoin,
sekarang hyeong!”
“Tsk, arra, arra” jawab Jimin kesal
karena Jungkook yang kembali berteriak.
.
Bolpoin itu mulai menari-nari diatas
kertas, kelincahan tangan Jungkook membuat goresan tinta itu semakin jelas
tertulis dan semakin banyak menghiasi kertas itu.
~
Kau tidak perlu tahu siapa aku,
sekalipun kau tahu, cukup diam saja. Tidak ada maksud lain dariku, hanya ingin
mengembalikan apa yang harusnya menjadi hakmu, meski aku tahu itu tidak terlalu
penting bagimu.
Kau bisa menyimpannya atau bahkan
membuangnya jika memang kau sudah bosan.Tapi, jangan pernah beri tahu aku jika
kau memang benar-benar membuangnya dan jangan tunjukan padaku dimana kau
menyimpannya.
~
Jungkook
melipat kertas itu, memasukannya bersama gantungan ponsel itu kedalam sebuah
kotak kecil yang memang sudah ia siapkan sebelumnya.
Jimin hanya bisa diam, seolah tidak
tahu apa yang terjadi meski sebenarnya ia sudah menyadarinya dari awal.
Jungkook menghela nafasnya, matanya mulai menatap kearah Jimin dihadapannya.Dengan
santai Jimin membalas tatapan itu.
“Kau bilang kalau kau mau memberikan
semuanya gratis padaku hari ini bukan?”
“Huh? Eoh, wae?”
Jungkook menyerahkan kotak itu pada
Jimin, dengan gerakan ragu Jimin menerimanya.Mengamati bungkus kotak itu
sebentar dan kembali menatap Jungkook.
“Tidak ada yang istimewa dari
bungkusnya, kau ingin aku memberikannya pada siapa?”
“Pada yeoja yang ada disana” tunjuk
Jungkook pada seorang yeoja yang terlihat sedang menunggu bus disebuah halte.
“Kau…”
“Aku tahu semuanya, bahkan aku juga
tahu kalau Taehyung juga mampir kesini”
“Ju-Jungkook ah,…”
Jungkook beranjak dari duduknya,
meninggalkan Jimin yang masih dengan raut ‘tidak mengerti’ di wajahnya.Ayolah,
bagaimana Jungkook bisa tahu semua keadaan disekitarnya?
“Ini bukan salahku, ini bisnis, dan
dia adalah pelanggan.Siapapun boleh kemari asalkan dia menguntungkanku bukan?”
gumam Jimin menenangkan dirinya.
Seakan mengikuti langkah Jungkook,
Jimin ikut meninggalkan meja itu, menyisakan cappuccino yang tinggal separuh.
Cappuccino yang mulai dingin seiring berjalannya waktu, dan cappuccino yang
akan dibuang karena tidak ada yang menginginkannya lagi setelah ini. Dan
cappuccino itu tidak sebaik nasib Jungkook tentunya. Setidaknya masih ada yang
menginginkan Jungkook didunia ini, sekalipun ada seseorang yang akan membuang
ingatan saat bersamanya.
.
~Cheossarang~
Jeon
Jungkook, dimalam yang tenang dengan suasana hangat ini, ia berniat menjemput
Han Kyuri. Seorang yeoja yang menyadarkan Jungkook dari mimpi buruk yang terasa
amat panjang, dia adalah yeoja yang sekarang memegang jabatan sebagai
‘yeojachingu direktur Jeon’.
Jungkook membawa kekasihnya ini
untuk pergi makan malam setelah seminggu penuh mereka tidak saling bertatap
muka. Menghabiskan malam ini dengan dinner yang romantis, jalan-jalan bersama,
membelikan hadiah, memakan ice cream bersama, dan memberikan kecupan diakhir
malam ini adalah hal menyenangkan yang Jungkook bayangkan.
Ia terlihat semakin semangat saat
melihat bahwa Kyuri benar-benar terlihat semakin cantik dengan dress berwarna
merah selututnya, warna yang Jungkook sukai. Make up tipis memberikan kesan
natural, rambut terurainya seakan-akan mengajak Jungkook untuk membelainya, dan
mata bulat itu terlihat bagaikan memantulkan cahaya bulan. Sungguh demi apapun
itu, Jungkook merasa bahwa yeojachingu-nya ini terlihat sangat cantik dan imut
disaat yang bersamaan.Untuk semua itu Jungkook benar-benar menyukainya.
“Chagi-ah, kau mau pesan apa?” tanya
Jungkook memulai percakapan.
Mereka sekarang sudah berada
disebuah restoran terkenal milik dari sahabat Jungkook yang bernama Kim
Seokjin. Nama restoran ini adalah ‘Food of KSJ Group’ nama yang unik untuk
ukuran restoran semewah ini.
“Oppa, aku mau pesan seperti yang
oppa pesan saja”
“Eoh?Waeyo?”
“Eung, ani keunde, aku hanya ingin
melihat oppa makan saja sebetulnya. Tidak melihat oppa selama seminggu
benar-benar menyiksaku”
“Jinjja?Aigoo, mianhae, pekerjaan
yang menuntutku.Kau tak marahkan?”
“Gwaenchana, ah, palli oppa, pesan
makanannya, aku ingin melihat kau makan”
“Kau ini ada-ada saja” ucap Jungkook
dengan seulas senyum terlukis dengan begitu tulus diwajahnya.
.
Jungkook terlihat menyantap
makanannya, disaksikan oleh Kyuri yang terlihat gemas melihat cara Jungkook
makan. Hingga sesuatu membuat Jungkook menghentikan kegiatannya.
“Chagi-ah, apa kau benar-benar tidak
lapar?Kau begini malah membuatku khawatir” ucap Jungkook tiba-tiba.
“Huh? Ani oppa, melihat kau makan
saja membuatku kenyang”
“Apa aku terlihat begitu rakus? Huh?
Apa maksudmu begitu?”
“A-andwae yo, bukan begitu…”
“Cha, buka mulutmu, aaa…” instruksi
Jungkook pada Kyuri dihadapannya, sembari meyodorkan (?)sesuap makanan.
“Ani oppa-”
“Makanlah, aku ingin menyuapimu,
chagi-ah jebal” aegyo Jungkook pada Kyuri.
“Geure, kau mau aku membantumu untuk
menghabiskannya?”
Dengan cepat Jungkook mengangguk,
senyum manisnya kembali terlukis begitu indah, disambut oleh tangan Kyuri yang
mencubit pipi Jungkook.Tanpa berlama-lama Jungkook kembali menyuapi Kyuri,
begitu juga Kyuri yang bergantian menyuapi Jungkook.
Disisi lain café, ada seseorang yang
melihat dari kejauhan, adegan romantis antara sepasang anak muda itu. Ada rasa
sedih, kecewa, tapi ada perasaan bahagia yang ikut membaur membuat perasaan
orang ini sulit untuk dijelasakan.
.
~Cheossarang~
Semua berjalan sesuai dengan rencana
Jungkook.Dinner dengan seporsi makanan untuk berdua sangatlah
romantis,jalan-jalan menyusuri jalanan Seoul, bermain bersama ditaman bermain
dan membelikan hadiah berupa sepatu kembar adalah hal termanis yang pernah
Jungkook rasakan.
Tibalah Jungkook membeli ice cream
untuk Kyuri, saat mereka sedang asyik memakan ice cream sembari bercanda,
sesuatu membuat Jungkook terkejut.
“Aigoo, aku lupa sesuatu, kau tunggu
disini ya?”
“Geure oppa, jangan terlalu lama, aku
takut sendirian”
“Nde”
Jungkook berlari menuju mobilnya,
mengambil sebuah kotak kecil berisi sebuah kalung yang cantik.‘Aku harap kau
akan menyukainya’ gumam Jungkook.Ia segera membalikan badannya hendak kembali
ketempat Kyuri berada, namun langkahnya terhenti saat seseorang menghalanginya.
“Oppa…” gumam seorang yeoja.
“…” Jungkook diam, berusaha memasang
wajah datar dan menganggap yeoja itu tidak ada.
“Oppa…” panggil yeoja itu lagi.
‘Cukup.Apa yang kau inginkan?’ batin
Jungkook.
“Gomawo, maaf menjatuhkannya”
“Aku tidak mengerti maksudmu Jikyo-ya”
“Mianhae” ucap Jikyo –yeoja itu-.
Jikyo segera pergi meninggalkan
Jungkook yang masih enggan untuk melihat kearahnya. Hingga saat Jungkook
melihat arah yang Jikyo tuju, ia mendapati Taehyung disana. Terlihat Taehyung
membungkukan badannya sedikit dan Jungkook hanya membalasnya, segera
meninggalkan tempat itu adalah yang terfikirkan oleh Jungkook. Seolah tak
terjadi apa-apa, Jungkook mengabaikan Jikyo yang rupanya masih sempat menengok
kearahnya meskipun ia sedang bergandengan dengan Taehyung.
.
~Cheossarang~
Kyuri
menunggu Jungkook dengan sabar, ice cream miliknya juga sudah habis, hingga
menatap kearah sungai Han merupakan jalan terbaik untuk mengisi waktu
membosankannya.
“Mianhae, apa aku terlalu lama?” tanya
Jungkook disambut Kyuri yang segera berdiri dari duduknya.
“Sangat lama, bahkan ini musim semi
yang kedua” canda Kyuri.
“Ayolah, kau sangat imut”
“Aku tahu itu”
“Kalau begitu aku akan membuatmu
menjadi lebih cantik lagi, bukannya imut”
“Eoh?”
Jungkook membalikan badan Kyuri agar
membelakanginya, dengan lembut Jungkook memakaikan kalung yang ia siapkan keleher
jenjang Kyuri.
“Oh, yeppeo-da. Gomawo”
“Kenapa kau harus berterima
kasih?Harusnya aku yang mengatakan maaf” ucap Jungkook membuat Kyuri mengerutkan
keningnya.
Jungkook kembali membalikan tubuh
mungil Kyuri, memeluk yeoja itu dari belakang dan itu semua membuat Kyuri
semakin bingung.‘Ada apa dengannya?’ batin Kyuri.
“Mianhae, hikss”
Secara lepas kendali, Jungkook
mengeluarkan isakannya.Membuat Kyuri khawatir, Kyuri hendak membalikan
badannya, namun Jungkook malah semakin mempererat pelukannya.Menenggelamkan
kepalanya diatas bahu mungil Kyuri, membasahi baju yeoja itu dengan air
matanya.
“Jeongmal mianhae”
Kesadaran Kyuri kembali terlempar kemasa
lalu Jungkook, mengenang semua kesulitan seorang Jeon Jungkook yang
ditinggalkan begitu saja oleh cinta pertamanya.
“Gwaenchana Oppa, semua masih
baik-baik saja” ucap Kyuri.
Kyuri kembali berusaha membalikan
badannya, memandang wajah namjachingunya yang terlihat sembab, itu semua
membuat ia juga merasa sakit, mengetahui bahwa namja dihadapannya ini masih
belum menerimanya untuk tinggal disemua ruang dihatinya.
Jungkook kembali memeluk Kyuri dengan
begitu erat seakan tidak ingin melepasnya, dan Jungkook merasa bahwa ia seperti
akan kehilangan cintanya lagi.
“Gwaenchana oppa, aku mengerti”
“Menangislah jika itu membuatmu merasa
lebih baik” ucap Kyuri lagi.
“Mianhae…”
Cukup lama mereka berpelukan, hingga
Kyuri yang merasa sedikit sesak melepas pelukan Jungkook secara paksa.
“Oppa, aku tahu kau mungkin merasa
bersalah padaku karena kau masih mengharapkan orang lain, tapi ketahuilah bahwa
selama kau mencoba untuk menghapuskan harapan palsumu dan selama kau mencoba
untuk menerimaku seluruhnya, selama itu juga aku akan menunggumu dan menemanimu”
ucap Kyuri dengan penuh kesabaran.
“Kau tidak sendirian untuk menanggung
rasa siksa itu, aku merasakannya juga. Jadi, lekaslah menanganinya jika kau
tidak ingin menyakiti perasaan orang lain seperti aku”
Mata Kyuri terlihat berkaca-kaca,
mencoba menatap Jungkook meskipun pandangannya mulai berair.Jungkook seakan
merasakan sakit dua kali lipat dari sebelumnya. Sakit karena ia rasa akan
ego-nya dan sakit saat ia melihat yeoja dihadapannya masih setia menunggu
nappeun namja seperti dia.
“Aku akan menangani kenangan buruk
seperti yang kau katakan, aku juga akan melakukan apa yang kau inginkan, selama
aku bisa melakukannya” ucap Jungkook dengan nada yakin.
“Mian-”
Cupss…
Perkataan Jungkook terpotong saat ia
merasakan sesuatu yang lembut menempel dibibirnya. Saat menyadari bahwa
yeojachingu-nya ini sedang menciumnya, membungkam bibir Jungkook dengan
bibirnya.Detak jantung yang tak wajar kembali menyerang keduanya, perasaan
tegang membuat semuanya seakan-akan berhenti.Hingga Kyuri melepas sentuhannya.
Mata mereka saling memandang,
mengamati bola mata masing-masing, seakan mencari tahu apa yang terlukis
diperasaan keduanya. Jungkook mengulanginya seakan memutar waktu.
Cupss…
Mempertahankan posisi dengan menahan tengkuk
Kyuri dengan tangan kanan dan menarik pinggang Kyuri agar semakin menempel
padanya dengan tangan kiri.Kyuri sempat terkejut, membulatkan mata dengan
perasaan gugup yang berlipat ganda.
Melihat Jungkook yang memejamkan mata
dengan penuh ketenangan membuat Kyuri terbawa suasana, ikut memejamkan mata seakan
mendalami perasaan dan apa yang sedang terjadi pada diri masing-masing.
Bibir mereka mungkin memang hanya
sekedar menempel, tapi, seperti ada sebuah arus yang saling mengalir diantara
keduanya, dibantu oleh air mata mereka yang mulai mengering menempel menjadi
suatu jembatan kepedihan yang berubah menjadi kenangan manis seiring
berjalannya waktu.
Jungkook menyudahinya, saling menatap
lekat satu sama lain dan akhirnya mereka kembali berpelukan dengan perasaan
yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Malam ini menjadi sebuah saksi bisu
akan hilangnya harapan palsu milik Jungkook dan kebahagiaan yang menjanjikan
oleh seorang yeoja yang seakan-akan membawa jembatan surga kedekapannya.
.
.
.
‘Aku
akan memulai segalanya kembali, seperti tidak terjadi apa-apa dengan cinta
pertamaku dan aku akan menjadi namja yang baik bagi cinta sejatiku’
–Jeon
Jungkook-
FIN
.
Hwa… wae? Ni epep absurd dengan
rumusan aneh bin ajaibkan? Haha, gua tahu dan gua juga udah sadar kalo ini
abal-abal.Maaf ya, kalo ceritanya gak sebagus judul *emang judulnya bagus?*
Harap maklum, author masih butuh
koreksi buat jadi spesialis ff romance, mohon bantuan krisar ya chingu-deul.Author
udah berusaha maksimal buat bikin ni ff *meskipun kaga bagus-bagus amat*, mohon
dihargai ya, cukup RCL aja, author udah seneng banget. Mian ya banyak omong,
tapi saran author jangan jadi siders ya chingu. Sampai jumpa di ff2x ku selanjutnya, annyeong ^^.
WARNING : FF ini diposting
didua tempat. Jika kalian menemukan ff semacam ini, lihat nama authornya ya.