Rabu, 28 Oktober 2015

FF BTS-This Time Pt.2






This Time Pt.2
(Sequel Rain (mianhae, saranghaeyo))
Author                          : Angzilo Lee
Genre                           : Friend Ship, Sad (failed), etc.
Ratting  / Length           : PG + 14 / Twoshoot
Cast                             :

  • ·        Jeon Jungkook (Bangtan Boys)

  • ·        Kang Hyojun    (Main Cast)

  • ·        Kim Taehyung  (Bangtan Boys)

  • ·        OC

Summary :
“Saat ini aku baru sadar, bahwa kau benar- benar tak akan pernah kembali lagi padaku. Tapi aku juga sadar bahwa kau memang akan selalu menantiku dan akan tetap mendampingiku ‘disana’, yah, kau hanya satu dan hanya ditakdirkan hanya untukku”

WARNING : “Dalam cerita ini tidaklah tercantum genre YAOI, jadi apa bila kalian merasa ada kedekatan namja x namja. Itu hanya sebatas kakak adik dan solidaritas sebagai sahabat. Its just brother relationship”
~This Time~
“Itu,,, Taejin,,,”
            Jungkook membulatkan matanya, antara percaya atau tidak ia sungguh bingung sekarang, apakah yeoja itu benar-benar seorang Taejin? Pertanyaan itu terus berputar dikepala Jungkook. “Annyeong! Hyojun-ah kenapa kau baru sampai? Kau lewat mana? Eoh?” Tanya Taehyung girang, “Heol! Apa sekarang ini seorang Taehyung sangat merindukanku? Bahkan ia tak sabar menunggu kedatanganku” jawab yeoja itu yang rupanya adalah Hyojun, sahabat kecil Taehyung yang sedang ditunggu kedatangannya. “Aish,,, berhentilah bermimpi agashi, kenapa kau masih sangat menggemaskan eoh?” jawab Taehyung sambil terus tersenyum dan mencubit pipi Hyojun, dan Hyojun hanya tersenyum menerima perlakuan itu. GRABB,,, sekarang Taehyung menarik Hyojun kepelukannya, senyum cerah mengembang sempurna diwajah dua sejoli ini. Setelah hampir lima tahun mereka tak bertemu, mungkin inilah saat yang tepat bagi mereka berdua untuk saling melepas rindu dan berbagi kasih sayang kembali.
            Jungkook tetap diam terpaku, tatapannya tetap terpusat pada Hyojun sekarang, “Oh! Nuguseyo? Apa kau chingu dari Taehyungie?” Jungkook terkejut, ketika mata dari yeoja yang tengah ia perhatikan menoleh dan menatap wajahnya, tak lupa menorehkan senyum manisnya. “Ah, ia Jungkook, sahabatku dan ia seorang hobae” jelas Taehyung mengenalkan, “Jinjja-yo? Itu berarti aku seorang noona? Annyeong Jungkook-ssi, Kang Hyojun imnida” ucap Hyojun sambil mengulurkan tangannya kearah Jungkook.  Jungkook diam seribu bahasa, sampai akhirnya ia sadar ketika ponselnya bergetar tanda sebuah pesan menghampirinya. “Oh! Nde? Umm,,, naneun Jeon Jungkook imnida” ucap Jungkook tergagap, menundukkan badannya 90 derajat dan menerima uluran tangan Hyojun. Dengan cepat Jungkook menarik tangannya dan mengambil posel disaku jaketnya, “Akh, hyung, noona, sepertinya aku harus pulang sekarang” ucap Jungkook, membuat Taehyung dan Hyojun mengerenyitkan dahi mereka, “Waeyo? Apa kau tak nyaman denganku? Mianhae” jawab Hyojun, “Aish, aniya noona, keundae aku harus kerumah kawanku sekarang, ada tugas sekolah yang harus diselesaikan” jawab Jungkook cepat, Hyojun mengangguk dan Taehyung hanya memasang wajah datar, “Yasudah, hyung aku pergi dulu dan noona bangapseumnida!” Jungkook berteriak karena ia bicara sambil berlari dan melambaikan tangannya dengan senyum mengembang. Hyojun dan Taehyung ikut tersenyum dan melambaikan tangannya pula. “Dia hobae yang lucu, tapi kenapa dia terlihat terkejut ketika melihatku tadi? Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?” gumam Hyojun, “Kau belum pernah mengenalnya, ia begitu karena masa lalunya yang,,,” Taehyung menggantungkan kalimatnya, “Yang apa?”, “Aniya, hmm,,, apa kau ingin jalan-jalan?” Tanya Taehyung, dan Hyojun mengangguk riang. Mereka berdua pun saling bergandengan tangan meninggalkan tempat itu, dan memulai acara jalan-jalan mereka, yang sayangnya Jungkook tak jadi ikut.
Skip Time
            Jungkook sekarang sedang berguling-guling tak jelas di kasurnya sambil sesekali melamun kemudian menutupi wajahnya dengan bantal yang ia peluk sekarang. Ingatannya kembali melayang mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Sejak ia sampai dari taman tadi, ia langsung menidurkan dirinya dan itu membuat berbagai pertanyaan berputar dikepalanya. Apa menurut kalian Jungkook benar-benar kerumah kawannya tadi? Tentu jawabannya tidak, pesan tadi bukanlah pesan dari kawannya, melainkan pesan dari operator sim dan untuk pertama kalinya ia mengucap terima kasih pada pengirim pesan itu, karena membantu Jungkook kabur dari taman. Saat ditaman tadi, Jungkook benar-benar tak bisa menjaga gejolak hatinya untuk menahan tangis saat melihat yeoja yang mengaku dirinya bernama Hyojun. Apa mungkin Jungkook salah melihat? Atau mata Jungkook sedikit sakit sekarang? Akh, jangan-jangan bayangan Taejin sudah tak bisa hilang dari pandangan Jungkook? Hey! Ayolah, bahkan Jungkook sendiri tidak tahu apa yang terjadi padanya barusan. “Yak, Jungkook, Hyo noona benar-benar mirip dengan Taejin, apa itu Taejin yang meminjam raga orang lain? Tapi, Akh, pabbo! Jungkook ingat dia itu Hyojin noona, yeoja chingu dari Taehyung hyung, sadarlah!!!” gumam Jungkook pada dirinya sendiri sambil terus memukul kepalanya.
            CKLEKK,,, pintu kamar apartemen Jungkook terbuka, membuat Jungkook terkejut. “Hello brother!” seorang namja bertubuh kekar dengan tinggi yang membuat Jungkook sedikit menunduk jika menatapnya, masuk begitu saja kekamar Jungkook dengan senyum mengembang. “Oh! Hyung! Ku fikir kau maling, masuk apartement orang sembarangan” jawab Jungkook tersenyum sambil berhigh five dengan namja itu. “Maling? Dasar bodoh, mana Taehyung? Tadi aku tak menemukannya diruangan mana pun” Tanya namja itu, “Aish,,, kau sudah berkeliling apartement Taehyung hyung? Jinjja, Taetae sedang pergi kencan dengan yeojanya dan mungkin dia akan pulang sedikit larut, kenapa hyung mencarinya?” jawab Jungkook panjang lebar. “Huft,,, aniyeo, aku hanya ingin bertemu dan bermain game dengannya” jawab namja itu, “Akh, Jiminie hyung bukan ingin mengajak Taetae menonton film blue kan?” Tanya Jungkook tersenyum evil, “Yak! Dongsaeng aku tidak se-yadong itu! sejak kapan Tae pernah mau aku ajak menonton film blue eoh?” jawab namja itu yang rupanya adalah Jimin, salah satu sahabat Jungkook dan satu kelas dengan Taehyung. Oh! Pemberitahuan, setelah Jungkook pulang dari rumah sakit dua bulan lalu, selama itu pula Jungkook pindah keapartement Taehyung. Alasannya mudah saja, karena Taehyung yang dingin itu memaksanya, Taehyung overprotective sekarang pada Jungkook (Vkook couple).
            “Haha,,, hyung mengaku akhirnya kalau sering mengajak Taetae menonton, tapi hyung, apa kau tak mau bermain game denganku? Aku bosan sekarang” ajak Jungkook, “Akh, nde, palli aku siapkan gamenya dan kau ambil cemilan, arra?” jawab Jimin, dengan sigap Jungkook segera pergi kedapur untuk mengambil apa yang Jimin suruh, “Semoga dengan begini bisa menghilangkan ingatanku sementara mengenai Taejin atau pun Hyojun noona” gumam Jungkook pelan.
Skip Time
            “Huamm,,,” terdengar uapan seorang Jimin diruangan yang saat ini sedang ia gunakan untuk menonton film bergenre comedy, meskipun comedy tapi Jimin –yang sekarang bersama Jungkook- tak tersenyum apa lagi tertawa melihat adegan konyol di film tersebut. Pandangan Jimin sekarang sedikit kabur, mulutnya tak henti-hentinya menguap, dan lagi kepalanya beberapa kali ia geleng, yup! Jimin mengantuk. Sebenarnya Jimin sudah berniat pulang sejak beberapa jam yang lalu, tapi Jungkook menahannya dengan alasan ia takut sendirian, sungguh ia masih terlalu muda sekarang. “Jungkook, hyung mengantuk, kita tidur saja ne?” ucap Jimin pada Jungkook yang disampingnya. Tak ada jawaban, Jungkook diam “Jungkookie, apa kau dengar? Jungkook?” dengan malas Jimin menoleh kearah namja disampingnya dan,,, “Aissh,,, Jeon Jungkook! Kau sudah tidur? Kenapa kau,,, akh, jinjja” Oops, Jungkook sudah tertidur pulas rupanya, membuat Jimin kesal, tapi Jimin juga sulit rasanya untuk marah pada Jungkook yang terlihat seperti malaikat tidur sekarang.
            CKLEKK,,, “Oh! Jimin, kau disini?” tiba-tiba seorang namja masuk kedalam apartement Jungkook dan Taehyung, dengan malas pula Jimin menoleh, “Hya! Taehyung pabbo! Kenapa kau baru pulang eoh? Yeoja seperti apa yang membuatmu pulang selarut ini? Ini jam Sembilan malam” omel Jimin pada Taehyung yang baru datang. “Yang pasti yeoja yang cantik, keundae, apa Jungkook menahanmu? Dan tuan Park, sejak kapan jam Sembilan malam menjadi larut malam eoh?” jawab Taehyung dingin. “Terserah kau, aku akan pulang sekarang mataku benar-benar mengantuk” ucap Jimin beranjak dari duduknya dan pergi mengarah kepintu apartement, “Hya! Chingu-ya, matamu sudah sangat berat sekarang, lebih baik kau tidur disini saja, besok aku pinjamkan seragamku, lagi pula seragammu tertinggal diloker saat kau pulang mengenakan seragam olah raga bukan?” ucap Taehyung sembari menahan lengan Jimin. “Akh, kau benar, aku akan tidur dikamarmu dan kau tidur dengan Jungkook arra?” ucap Jimin dan segera berlalu meninggalkan Taehyung. “Akh, shireo! Yak! Park Jimin!” teriak Taehyung lengkap dengan sikap cuek Jimin.
            Taehyung menghela nafasnya berat, “Huft,,, kalau tahu begini lebih baik aku tidak usah menahannya tadi, dasar menyebalkan” gumam Taehyung sembari membereskan keributan yang dibuat Jungkook dan Jimin, entah berupa bungkus makanan atau apa pun yang membuat apatementnya terlihat berantakan. Sebentar ia menoleh kearah Jungkook yang tengah tertidur pulas disofa, “Maafkan hyung, Jungkook-ah” ucap Taehyung, entah apa yang membuat Taehyung mengucap maaf, bukankah ia tak melakukan kesalahan? Mungkin ada hal lain yang tidak kita ketahui. Taehyung kembali mengangkat badan Jungkook untuk menidurkannya kekasur, yah, meskipun itu cukup sulit karena Jungkook berat. “Kau berat Jungkook-ah, teruslah tumbuh, menjadi namja yang baik” gumam Taehyung lembut, kemudian ia menidurkan dirinya dikasur yang sama. “Terima kasih dan maaf hyung” balas Jungkook yang rupanya sempat terjaga tadi.
Skip Time
            Jungkook sekarang sedang disekolahnya sekarang, rasanya ia tetap saja sulit untuk melupakan semua kenangan disekolah ini, ia memasang wajah datarnya sembari menelusuri koridor. Setiap kali ia disekolah ia pasti akan cenderung diam, kecuali jika ia bersama sunbae sahabatnya (All member bangtan kecuali Namjoon, karena Namjoon tidak ada disini). Langkah Jungkook terhenti ketika pandangannya mendapati seorang yeoja yang tengah terduduk ditaman yang biasa dijadikan Taejin menunggu kedatangannya, dengan langkah cepat Jungkook berjalan kearah yeoja itu. Dan,,, “Oh! Noona, kau bersekolah disini?” Tanya Jungkook pada yeoja itu, “Akh, Jungkookie? Ne, aku memang sekolah disini, baru hari ini karena aku baru saja pindah, akhirnya kita bertemu lagi” jawab yeoja itu, “Hyojun noona tidak bersama Taetae?” Tanya Jungkook kembali, “Itulah masalahnya, ia belum kembali dari kumpul eskul basket dari tadi” jawab yeoja yang rupanya Hyojun. GRABB,,, sebuah tangan menarik Hyojun untuk berdiri, “Hyojun-ah kajja kita kekelas, kudengar akan ada pengumuman untuk kelas 2, Jungkook-ah maaf kami pergi dulu” ucap namja yang menarik Hyojun, “Oh! Taehyung Hyung!” teriak Jungkook. Percuma sekarang dua orang itu sudah menghilang dari pandangan Jungkook, hey! Bahkan Jungkook baru akan duduk tadi, Taehyung keterlaluan. “Tidak ada yang salah Jungkook-ah, Taetae memang harus menjauhkan yeoja itu dari mu, kau bisa jatuh cinta padanya kapan saja, itu berbahaya. Yah, itu benar, jauhi Hyojun noona” ucap Jungkook dan segera pergi kekelasnya.
Skip Time *One months latter*
            Satu bulan berlalu begitu cepat, memang sebenarnya itu waktu yang lama, selama itu juga Jungkook mengenal Hyojun dan selama itu pula Taehyung selalu mengganggu moment mereka berdua. Saat ini libur panjang tengah dirasakan oleh para siswa di Seoul, begitu juga dengan siswa Academy Artist Song High School semisal Jungkook, Taehyung, Jimin dan kawan-kawannya.
            Disebuah pantai yang sekarang tengah menampakkan dirinya dengan begitu elegan dan indah, terlihat seorang yeoja yang tengah berlari mengejar seorang namja, tawa mereka begitu renyah dan terpancar kebahagiaan diwajah mereka. Disisi lain seorang namja tengah memandang dua sejoli itu antara senang dan cemburu. Taehyung. Namja yang sekarang tengah duduk itu memandang dongsaeng dan juga yeoja chingunya yang kelihatan sangat bahagia, BRAKK,,, mata Taehyung membulat seketika ketika ia melihat kedua orang itu sekarang jatuh saling menindih dan terlihat jelas disana bibir mungil Hyojun –yeoja chingunya- tengah menempel di bibir Jungkook. Saat itu juga rasa gelisah Taehyung semakin memuncak, terlihat jelas kalau Taehyung sedang menyimpan kekhawatiran dalam hatinya.
Jungkook and Taehyung pov
            “Hyung maaf, aku benar-benar tak sengaja tadi, sungguh” ucap Jungkook penuh penyesalan. Taehyung tersenyum, “Jungkookie, hyung tahu apa yang ada difikiranmu, kau selalu berfikir kalau Hyojun itu Taejin bukan?” Jungkook diam tak berani menatap Taehyung, Taehyung menghela nafasnya, “Matamu tak salah, hatimu tak salah, dan semua penilaianmu juga tak salah. Hyojun, ia memang mirip dengan Taejin, ketika awal aku melihat Taejin aku sempat berfikir kalau ia itu Hyojun, tapi kenyataannya Hyojun tak di Korea saat itu, dan aku baru sadar kalau Taejin memang sangat mirip dengan Hyojun. Aku mengenalkan Hyojun padamu saat itu memang aku sengaja. Aku takut kalau, yeoja yang aku cintai bertemu denganmu dijalan, dan kemudian kau menyukainya aku yakin aku bisa menjadi hyung yang kejam karena aku sengat mencintai Hyojun dan tak boleh ada orang lain merebutnya dariku. Aku tak ingin tersesat dan merebut Hyojun dengan cara kasar seperti Namjoon hyung lakukan dulu saat kau bersama Taejin, maka dari itu aku mengenalkan Hyojun sebagai yeoja chinguku padamu. Aku tahu kau menyukainya. Maaf aku mungkin terlalu egois dan,,, “ ucapan Taehyung terpotong ketika Jungkook menaruh jari telunjuknya dihadapan Taehyung, menandakan Jungkook tak kuat mendengar ucapan dari Taehyung. “Hyung benar, aku mungkin memang terkadang melihat Hyojun noona sebagai Taejin, tapi perlu hyung tahu kalau aku tak menyukai Hyojun noona. Dan jika selama ini hyung selalu menjauhkan aku dan Hyojun noona juga tak salah, memang itu yang harus hyung lakukan, hyung harus pertahankan Hyojun noona, aku takut kalau ia bersamaku ia hanya akan tersakiti oleh masa laluku” ucap Jungkook tetap menunduk.
            “Maafkan hyung, apa hyung salah mengenalkan Hyojun padamu? Dan maaf hyung terlalu egois” Taehyung kembali mengucap maaf sembari menatap lurus kearah pantai. GRABB,,, pelukan hangat Jungkook menyelimuti tubuh Taehyung sekarang, “Hyung benar, tidak pernah salah, aku bahkan lebih egois dari hyung kalau sampai Hyojun noona menjadi milikku, dan setidaknya terima kasih atas hari ini, hyung membiarkanku bermain bersama Hyojun noona. Itu sedikit mengurangi rinduku pada Taejin” Jungkook melepas pelukannya dan senyuman kecil tersungging dibibirnya, matanya saling bertatapan dengan Taehyung. “Oppa! Jungkookie! Palli! Kita keresort, akan ada acara sepecial khusus para pengunjung resort!” Hyojun, yeoja itu sekarang tengah memandang kedua namja dihadapannya, “Kajja” ucap Hyojun sembari menarik lengan dua namja itu, “Oh! Chakkaman, kameraku aku titipkan ditempat penitipan, aku akan mengambilnya kalian pergi dulu” ucap Taehyung dan segera meninggalkan Jungkook dan Hyojun.
            Jungkook dan Hyojun memutuskan untuk tetap menunggu Taehyung disebrang jalan, pemutus resort dan pantai, senyum terbentuk ketika pandangan mereka melihat Taehyung tengah berlari menghampiri mereka dengan kamera dilehernya. Dan sialnya ketika Taehyung menyebrang, dompetnya jatuh tepat di tengah jalan, membuatnya harus kembali mengambilnya. Taehyung tak tahu kalau dari arah lain sebuah mobil truk tengah berjalan cepat. “TAEHYUNG-AH!! AWASS”, “TAEHYUNG HYUNG!!! ADA MOBIL!!! AWAS!!!”
BRAKK,,,
Skip Time *1 tahun kemudian*
            “Oppa, jangan sedih terus, kita akan kesana sekarang” ucap seorang yeoja pada namja dihadapannya, “Tapi kau janji, kau harus mendoakannya kalau disana nanti” jawab namja itu. “Hyojun, selalu mendoakannya oppa, bahkan setiap saat” jawab yeoja itu. Sekarang dua sejoli ini tengah terjongkok dimakam seseorang, air mata dari namja tersebut tak hentinya mengalir dan sang yeoja dengan setia menenangkan namjanya itu. Namja itu mengusap pelan batu diatas makam itu yang bertuliskan ‘Jeon Jungkook’, “Jungkookie maafkan hyung” ucap namja itu pelan.
Flashback
            “TAEHYUNG-AH!! AWASS”, “TAEHYUNG HYUNG!!! ADA MOBIL!!! AWAS!!!”
BRAKK,,,
Jungkook tertabrak, bagaimana bisa? Tentu, ketika ia berteriak, ia juga berlari dan sekuat tenaga mendorong tubuh Taehyung agar ia tak tertabrak. Usahanya berhasil namun tragis, ia masih ada ditengah jalan ketika tubuh Taehyung terhuyung ketepi jalan. Dan benda besar, berat dan terbuat dari besi itu menghantam tubuhnya tanpa ampun, membuat Jungkook terlempar dan kepalanya menghantam aspal dan mengeluarkan darah segar. Jungkook sempat dilarikan kerumah sakit, tapi apa daya, benturan dikepalanya terlalu keras membuat ia harus menyerah pada takdir dan meninggalkan Taehyung dan Hyojun selamanya.
Flashback end
            Taehyung. Yup! Namja itu tak lain adalah Taehyung, ia masih saja menyesal “Kalau saja Jungkook tak menolongku pasti Jungkook masih hidup sekarang” kata-kata itu masih saja rutin keluar dari mulut Taehyung, Hyojun tahu kalau namja chingunya itu masih sangat sedih meskipun kejadian itu sudah satu tahun lalu. Ia juga sedih sebenarnya, tapi apa yang bisa ia lakukan? Toh kenyataannya Jungkook tak akan hidup kembali kalau ia tangisi bukan?
           WUSS,,, angin menerpa badan Taehyung dan Hyojun, membawa debu-debu yang membuat mereka kelilipan. Dan,,, entah memori dari mana dan tersimpan diotak bagian apa, tiba-tiba mereka berdua melihat dihadapannya, ada Taejin, Namjoon dan Jungkook tengah tersenyum satu sama lain. Jungkook saling berpelukan dengan Taejin dan Namjoon dengan gemas mengacak rambut Jungkook. Taehyung dan Hyojun melihat itu dengan begitu jelas sekarang. Jungkook menolehkan kepalanya dan menatap Taehyung dengan senyum mengembang “Hyung jangan sedih, aku bahagia disini, dugaanku benar kalau memang Taejin itu akan menungguku ‘disini’ dan jaga Hyojun noona. Berhentilah bersedih hyung atau aku akan sangat merasa bersalah karena meninggalkanmu” ucap Jungkook. Detik berikutnya Jungkook menulurkan tangannya dihadapan Taehyung, dan uluran itu baru saja akan Taehyung terima, namun ketika jarak telapak tangan mereka kurang dari dua senti, bayangan Jungkook, Taejin dan Namjoon terburu hilang. Meski begitu Taehyung merasa senang karena tuhu kalau Jungkook bahagia ‘disana’. “Hyojun maafkan aku karena tak pernah menuruti ucapanmu, agar tak terus bersedih, kau benar rupanya jika aku begini terus Jungkook juga menjadi tak tenang ‘disana’” ucap Taehyung sembari memeluk erat yeoja disebelahnya, yaitu Hyojun dan benar saja Hyojun merasa lega sekarang, namja chingunya tak sedih lagi. Mereka berpelukan dengan senyum dan rasa bahagia mereka melihat namja sahabatnya juga bahagia bersama yeoja chingu dan hyung -sahabatnya-.
~FIN~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar