Selasa, 29 Maret 2016

FF BTS - Just Thirtty Minutes

Just Thirtty Minutes
Author            : Angzilo Lee
Genre              : School life, Confession, Romance (?), etc.
Length/Ratt    : Oneshoot/T
Cast                :
·         Jung Hoseok  (Bts)
·         Song Jiseol    (OC)

~Angzilo Lee Story Line~
Prologue         :
“Tiga puluh menit. Hanya butuh tiga puluh menit agar aku bisa membuat jantungmu berdebar dengan tempo yang begitu cepat. Tiga puluh menit waktu yang aku butuhkan agar aku bisa menyatakan perasaan ‘Love at the first sign’-ku. Dan, tiga puluh menit ini waktu yang singkat untuk aku bisa mencuri waktumu yang selalu kau ributkan”
–Jung Hoseok.

“Tiga puluh menit yang menyebalkan. Tiga puluh menit yang membuatku merasa semakin muak. Tapi tiga puluh menit ini juga yang berhasil membuatku tahu bahwa ia adalah orang yang aku tunggu dikehidupanku. Orang yang membuat detak jantungku benar-benar bergemuruh”
–Song Jiseol.
(Happy Reading ^^)
~Just Thirtty Minutes~
Pagi hari ini cukup cerah, buktinya koridor kelas disekolah ini sudah terang terkena sinar matahari. Pagi yang cerah memang mungkin akan membangkitkan semangat orang-orang untuk memulai aktifitasnya. Tapi sepertinya itu sama sekali tidak berlaku bagi seorang yeoja yang sekarang sedang duduk dihadapan seorang namja yang mungkin saja kawannya?
            ‘Dia bukan temanku’ batin yeoja itu. ‘Dia orang gila yang benar saja baru aku kenal dua hari yang lalu’ sambungnya. Yeoja bernama Song Jiseol itu kelihatan murung. Mata bulatnya menatap sebal namja dihadapannya itu.
            Pagi yang benar-benar masih pagi ini membuat suasana disekolah juga cukup sepi dengan hanya beberapa siswa yang sudah berangkat. Karena mereka bertugas untuk piket.
            “Ya. Namja pabbo, katakan apa maumu sekarang? Kau harusnya tahu aku tidak punya banyak waktu untuk orang gila sepertimu” ucap Jiseol kesal.
            “Aigoo, berbicaralah yang sopan pada orang yang baru kau kenal”
            “Akhirnya kau sadar bahwa aku baru mengenalmu, tapatnya berapa lama? Dua hari yang lalu. Bagus kalau kau masih menyadarinya. Dan aku ingatkan juga, jangan ganggu orang yang baru kau kenal, karena kau belum tahu bagaimana sifat aslinya”
            “Woah, apa kau baru saja memberiku saran?”
            “Kau fikir saja dengan otakmu itu”
            “Sangat tidak sopan. Tapi, kau baru saja memberiku saran? Atas dasar apa?”
            “Toleransi”
            “Jinjja? Kalau begitu kau khawatir padaku?”
            “Khawatir apanya? Aku bilang itu hanya-“
            “Toleransi? Apa perbedaan antara teoleransi dengan kepedulian? Dan menurutku itu tidak jauh beda dengan ‘kekhawatiran’. Katakan padaku kau mengkhawatirkanku bukan?”
            “Bukan”
            “Eh?”
            “Ayolah, katakan apa yang kau inginkan, aku bilang aku tidak punya banyak waktu untukmu” ucap Jiseol yang kemudian memalingkan wajahnya dari namja itu.
            “Ah, setidaknya kau rela mengorbankan waktu pentingmu untukku bukan?”
            “Terserah kau Jung Hoseok-ssi, aku akan pergi karena kau hanya membuang-buang waktu yang aku berikan untukmu”
            Jiseol hendak meninggalkan Hoseok, hingga kemudian dengan cepat Hoseok berdiri dan mencegat yeoja itu pergi.
            “Chakkaman! Aish, baiklah akan aku katakan apa yang aku inginkan sekarang” ucap Hoseok dengan nada yang sedikit tergesa-gesa.
.
.
“Aku ingin-“
.
.
.
“Kau-“
.
.
.
“Punya lebih banyak waktu untukku”
.
.
Hening sesaat. Hingga Jiseol kembali memutar bola matanya malas.
            “Tsk, sangat tidak penting”
            “Aku fikir suatu saat nanti ini akan jadi hal yang sangat penting”
            “Bagimu dan bukan bagi diriku!”
            “Tentu saja bagimu, karena kau akan jatuh hati padaku”
            “Jangan harap”
            “Aku hanya berharap, apa itu tidak boleh?”
            “Berharap tanpa usaha hanya akan sia-sia”
            “Maksudmu, kau ingin aku mengejar cintamu?”
            ‘Tepat’ –batin Jiseol. Sekarang yeoja itu sudah kelihatan gugup. ‘Ini jebakan’ –batinnya lagi.
            “Jiseol-ah”
            “N-nde? A-a-ani, kau fikir saja urusanmu sendiri Hoseok-ssi”
            Jiseol kembali mencoba pergi dari cengkraman Hoseok. Namun, namja itu masih saja menghalangi Jiseol agar tetap dihadapannya.
            “Tunggu, kau katakan aku harus mengurus urusanku sendiri?” jawab Hoseok dengan langkah yang semakin memojokan Jiseol ketembok. Jiseol hanya terdiam, bibirnya terkatup dan terkunci. Benar saja, ia takut terjebak ucapan Hoseok saat ini.
            “Yeah, aku sedang memfikirkannya sekarang. Karena urusanku adalah kau” ucap Hoseok tiba-tiba, yang membuat dahi Jiseol berkerut tanda ia bingung.
            “Apa maksudmu?”
            “Aku ingin kau mengungkapkan apa yang tertulis dihatimu”
            “Tidak ada apa pun yang tertulis disana jadi, jangan coba menyuruhku membacanya”
            “Tidak ada yang tertulis? Kalau begitu aku akan mengukir nama ‘Jung Hoseok’ disana” ucap Hoseok sembari menempelkan dahinya kedahi Jiseol.
            “Ya, apa yang kau lakukan? Pergilah, aku muak denganmu!” teriak Jiseol sembari mendorong tubuh Hoseok menjauh dan kemudian ia berlari.
            “Jiseol-ah, aku belum selesai bicara!”
            “Bicaralah pada tembok disebelahmu itu Hoseok-ssi!”
            Sekarang berbalik. Hoseok mengerutkan dahinya dan detik berikutnya ia tersenyum simpul.
            “Baiklah, wahai tembok dengarkan aku” ucapnya memulai perkataan.
            “Aku menyukai seorang yeoja, tapi ia sering berbicara kasar padaku, tapi juga, semakin ia begitu justru aku semakin menyukainya, apa kau tahu kenapa?”
            Hoseok menempelkan telapak tangannya ketembok dan sambil begitu ia berjalan menuju arah yang membuatnya terus tersenyum. Oh, tidak. Jiseol sekarang tengah bersembunyi. Dan ia sama sekali tidak meninggalkan Hoseok sendirian. Jiseol menyembunyikan dirinya dibelakang tembok. Berusaha mendengar dan menyimak apa saja perkataan dari namja itu.
            Hoseok tahu betul bahwa yeoja itu sedang mendengarkan ucapannya. Dan sekarang ia mulai melanjutkan kalimatnya.
            “Yeah, benar sekali, karena aku hanya ingin-“
.
.
.
.
“Membuatnya belajar mencintaku”
.
.
.
.
‘Aku bahkan sudah terlalu jauh mencintaimu’ –batin Jiseol.
.
.
.
‘Sejak awal pertemuan kita’ –batin Jiseol kembali.
.
.
.
“Kalau memang begitu faktanya, kenapa kau tidak mengutarakan perasaanmu?” ucap Hoseok yang semakin mendekat pada persembunyian Jiseol. Seakan namja itu tahu apa yang yeoja itu bicarakan dalam hatinya.
.
.
.
“Sekali lagi-“ ucap Hoseok.
.
.
.
“Aku mencintaimu-”
.
.
.
“Song Jiseol”
.
.
.
Deg,
.
.
.
.
.
~Just Thirtty Minutes~
Epilogue          :
            Hoseok mengunci pergerakan tubuh Jiseol dihadapannya. Mata namja itu terlihat lebih redup dari biasanya. Menatap Jiseol yang sekarang hanya bisa menunduk dengan wajahnya yang memerah. Ia malu karena persembunyiannya yang ditemukan. Yup! Ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi.
            Tangan Hoseok tergerak untuk mengambil sebuah ponsel disaku celananya. CLICK, ia menekan sebuah tanda diponsel layar sentuhnya itu. Sebuah senyum simpul terlukis dibibir manisnya.
.
.
.
            “Tiga puluh menit. Dalam waktu ini akhirnya aku bisa membuktikan. Bahwa yeoja yang aku cintai ternyata juga mencintaiku”
.
.
.
.
.
The End

Annyeong,
          
Huahaha,,,, akhirnya gua bikin juga yang endingnya nggantung #tawa_evil
#plak ditabok readers.
Pertanyaannya adalah apa mereka baru saja jadian? Mian, bukannya kenapa-napa yah, entah kenapa di fanfic ini author pengin bikin para reader-deul berimajinasi sendiri. Terserah deh, kalian mau mikir endingnya mereka jadian atau enggak. Yang pasti selamat berfikir-fikir ria ^^.
            Sampai jumpa difanfic selanjutnya, annyeong ^^.

Jangan lupa like and comment reader-deul.

Senin, 21 Maret 2016

Pengertian dan Contoh Revolusi Hijau

Revolusi Hijau

Pengertian
Revolusi adalah perubahan secara cepat. Revolusi Hijau adalah suatu perubahan cara bercocok tanam, dari cara tradisionl ke cara modern. Atau secara umum, Revolusi hijau adalah usaha manusia dalam meningkatkan produksi pangan atau makanan dengan jalan melakukan pengembangan pada teknologi pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan dan kesejahteraan penduduk dunia.
            Revolusi Hijau juga sebutan tidak resmi yang dipakai untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budidaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang, terutama di Asia.
Tambahan
Bahan makanan atau pangan yang termasuk dalam revolusi hijau adalah yang termasuk dalam kelompok serelia atau sereal (cereal) yaitu seperti beras, gandum, sagu, kentang, jagung, dan lain sebagainya.
Contoh Revolusi Hijau
Membudidayakan pertanian dengan penggunaan teknologi atau di Indonesia terkenal dengan nama Panca Usaha Tani yang terdiri dari:
       Pengolahan tanah yang baik
       Pengairan/irigasi yang teratur
       Pemilihan bibit unggul
       Pemupukan
       Pemberantasan hama dan penyakit tanaman
            Seiring dengan perkembangan, Panca Usaha Tani kemudian berubah menjadi Sapta Usaha Tani dengan penambahan 6. Pasca Panen dan 7. Pemasaran.
            Membudidayakan pertanian dengan empat pilar penting: penyediaan air melalui sistem irigasi, pemakaian pupuk kimia secara optimal, penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu, dan penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas.

Pengertian dan Contoh Revolusi Biru

Annyeong, postingan ketiga hari ini juga masih berbau pelajaran. Revolusi Biru. Buat yang belum tahu apa itu revolusi biru? kalian bisa belajar disini. Semoga bermanfaat^^

Buat yang mau re-upload tolong izin dikolom comment dan jangan lupa sertakan alamat blognya. Terima kasih^^

Revolusi Biru

Pengertian
            Revolusi biru yaitu, upaya manusia memanfaatkan sumber daya hayati laut untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia terutama kebutuhan protein.
            Revolusi biru merupakan pengembangan teknologi pemanfaatan kekayaan laut. Kekayaan sumber daya akan hayati laut dapat berasal dari hewan, maupun protista.
Contoh
Memanfaatkan kekayaan laut yang berasal dari hewan meliputi :
Ikan
Kerang
Udang
Kepiting
Cumi-cumi

Contoh Protista :
            Rhodophita – seperti Euchema spinosum, Gellidium Gracilaria merupakan bahan pembuat agar-agar di Kabupaten Sinjai, Takalar, Maros, Pangkep, Lamongan, Sumbawa Besar. Glacilaria telah dibudidayakan dengan metode dasar dan metode lepas dasar.
            Chloropyta – Chlorella adalah suatu jenis ganggang hijau bersel satu yang memiliki kandungan protein sangat tinggi yaitu 50 % dari berar kering, dikenal sebagai PST (Protein Sel Tunggal). Di Jepang, Chlorela telah dibudidayakan dan dikemas dalam bentuk tablet.
Jenis
Sumber daya laut dapat dibagi menjadi dua macam atau jenis antara lain :

- Sumber laut hayati / biotik
            Contohnya seperti tumbuhan laut seperti alga, plankton, rumput laut, dan lain sebagainya. Hewan laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, gurita, sotong, kuda laut, kerang, dan lain-lain.
- Sumber daya non hayati / abiotik
            Contohnya seperti garam mineral, energi laut, endapan nodul untuk bahan industri, dan lain sebagainya.

Contoh teks pidhato ketua panitia bahasa jawa

Yup! lagi-lagi nae posting secara beruntun dan postingan ini berbau pelajaran. Buat kalian yang ada tugas buat pidhato bahasa jawa sebagai ketua panitia, nih aku kasih contohnya buat kalian.

Kalau mau posting ulang juga boleh, tapi tolong izin dikoment dan sertakan alamat blognya ok?

Semoga bermanfaat ^^


Teks Pidhato B. Jawa (Ketua Panitia)!

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bapak lurah desa Ajibarang Wetan ingkang kulo mulyaken, Ibu penyuluh saking BNN ingkang kulo mulyaken lan para warga ingkang kulo hormati.

Para Bapak lan Ibu.
Sakderengipun, rumiyin kulo muji syukur dateng ngarsanipun Allah SWT. Ingkang sampun paring pinten-pinten rohmat, ni’mat dumateng kulo lan panjenengan sedoyo, sahinggo kito saged makempal wonten mriki kangge penyuluhan. Mboten kesupen shalawat lan salam kangge junjungan kito nabi Muhammad SAW.

Poro rawuh ingkang kulo hormati.
Wonten ing mriki kulo atas nami ketua panitia acara ngaturaken matur nuwun ingkang ageng dumateng Bapak lurah lan Ibu penyuluh. Ingkang sampun nyedhiaken penggenan, perlengkapan lan waktunipun kangge penyuluhan.

Lan ing mriki kulo nyuwun tambahipun barokah dongo dumateng poro hadirin ingkang rawuh ing acara niki, mugi-mugi penyuluhan menika saged nambahake ilmu menawi bahaya nipun narkoba lan kito sedoyo saged nampi hikmah lan manfaatipun saking penyuluhan niki.

Poro rawuh ingkang terakhir kulo ngaturaken sedoyo kalepatan dumateng Bapak lan Ibu sedoyo, menawi ingkang mriki pidhato kula utawi perlengkapan penyuluhan niki taksih kathah kekirangan, kula ingkang dados ketua panitia nyuwun pangapunten ingkang ageng lan maklumipun bapak lan ibu sedoyo. Kula akhiripun matur nuwun.


Wassalamualaikum Wr. Wb.

Confession Trick (BTS Fanfiction)

Annyeong chingu-ya,,, udah lama ngga nge-post dan ini dia postingan aku yang selanjutnya. fanfic buatan sendiri pastinya. happy reading chingudeul ^^


Confession Trick

Author                      : Angzilo Lee
Genre                        : School life, Comedy (Failed), Happy Ending, etc.
Length/Ratting          : Oneshoot/ T
Cast                          :
  • Kim Taehyung             (Bts)
  • Kwon Eunha                (Main cast)

Support Cast             :
  • Park Jimin                  (Bts)
  • Kim Songsaengnim     (Main Cast)
  • All student at class 2.1


Summary                    :
“Ketika aku menyukai seseorang dan orang itu adalah kau. Aku memiliki trik tersendiri untuk menyatakannya”
Warning : Fanfic ini murni dari otak author, apa bila ada kesamaan dengan ff lain harap maklum, itu benar-benar tidak disengaja. Ranjau typo bertebaran, fanfic absurd, mungkin gaje (?). Dari pada ribet, intinya sih,
Happy reading ^^
*Don’t be plagiat ~gak mungkin pada plagiat sama ff beginian lah yah_^^~

~Angzilo Lee Story Line~
Ia adalah Kwon Eunha. Yeoja yang sekarang duduk dihadapan seorang Kim Taehyung itu adalah Eunha. Yeoja itu terlihat begitu serius memperhatikan papan tulis, yang mana disana terdapat tulisan dari Kim songsaengnim. Yup! Ini diruang kelas tepatnya kelas 2.1 Academy Seoul High School dan saat ini pelajaran tengah berlangsung. Namun, sepertinya semua itu sama sekali tak berpengaruh bagi Taehyung sendiri. Namja itu malah sibuk mencoret-coret bukunya.
“Eunha-ya” bisik Taehyung pada Eunha.
“Nde?” jawab Eunha.
“Ani”
“Damn it”
.
Beberapa detik kemudian,,,
.
.
“Eunha-ya” bisik Taehyung kembali.
“Waeyo?” jawab Eunha dengan ekspresi wajah terganggu.
“Hehe,,,” dan Taehyung hanya menunjukkan deretan gigi putihnya.
“Aish” gumam Eunha
.
Kemudian,,,
.
.
.
“Eunha,,,” panggil Taehyung lagi.
“Ah mwoga!” teriak Eunha sedikit keras.
“Taarrraa,,,” ucap Taehyung sembari menunjukan buku tulisnya, dan disana tertulis ‘Kim Taetae with Eunhaha’.
“Igo mwoya?”
“Bukan apa-apa” ucap Taehyung sembari menutup bukunya kembali.
“Tsk,” decak Eunha.
.
Dan lagi,,,
.
.
.
“Eunha-ssi”
“YA! KIM TAEHYUNG-AH! MWOHAE??!!” teriak Eunha dengan lantang.
“Igo!” ucap Taehyung sembari menunjuk kesalah satu arah.
“Oh! Ssaem!” kata Eunha setelah menyadari sesuatu, ia berteriak saat jam pelajaran berlangsung. Dan itu adalah KESALAHAN BESAR!
“Kalian berdua! Berdiri!!” perintah Kim songsaengnim.
“Tapi ssaem-”
“Berdiri!!”
“Nde,,”
~Taetae~
Dua orang itu sekarang dihukum didepan kelas, tangan mereka saling menjewer telinga masing-masing, dengan kaki kanan mereka yang diangkat. Siapa lagi mereka kalau bukan Eunha dan Taehyung.
Eunha terlihat menundukan kepalanya dan rambut panjangnya yang tergerai menutupi wajah cantiknya, jika diteliti lagi sepertinya yeoja ini benar-benar menyesali perbuatannya. Jujur saja, sebenarnya ia sudah sering dihukum, karena apa lagi kalau bukan karena sahabatnya yang menyebalkan itu –Taehyung-.
Berbeda dengan Eunha, wajah Taehyung justru malah terlihat bahagia. Alien 4D ini memang tidak pernah menunjukan ekspresi lain selain tersenyum bodoh. Dan itulah yang sekarang ia lakukan, tersenyum bodoh pada kawan namjanya yang duduk dipojok belakang. Namanya Park Jimin.
Saat ini ssaem sedang keluar kelas, karena urusan rapat yang menyita banyak waktu dan yang pasti saat ini semua pandangan siswa dikelas 2.1 tertuju pada Taehyung dan Eunha. Dan ia, Jimin, sekarang sedang berjaga diambang pintu setelah mendapati Taehyung mengedipkan mata sebelah kiri padanya.
~Eunhaha~
“Eunha-ya” ucap Taehyung seperti biasa.
“Hmm,,,”
“Nae gwaenchana^^”
“Aku tidak menanyakan kabarmu, bodoh!” balas Eunha tanpa menatap Taehyung.
“Jinjja? Woah, daebak!” ucap Taehyung sembari mengacungkan jempolnya pada Eunha.
“Apanya yang daebak?”
“Entahlah, aku fikir jempolku sedikit bengkok” *dasar 4D.
“Huft, terserah kau saja”
Eunha masih saja menundukkan wajahnya. Dan entah kenapa wajah Taehyung sekarang terlihat sedikit gugup, berbanding terbalik dengan ekspresi konyolnya tadi. Dan sekali lagi ia memanggil nama yeoja disampingnya.
“Eunha-ya”
“Yak! Taehyung-ah! Waeirae!! Hiks,, jangan panggil namaku terus! Hiks,,”
Teriak Eunha tepat dihadapan Taehyung. Membuat namja itu sedikit terkejut, semua kawan sekelasnya juga sama sekali tidak berkutik dan hanya terdiam.
Eunha terisak dengan posisinya yang memeluk lutut, menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya. Taehyung terdiam, ia ikut berlutut menyeimbangkan tinggi badannya dengan Eunha. ‘Kenapa ia tiba-tiba menangis?’ –batin Taehyung. Ia menatap Eunha, membiarkan yeoja itu mengeluarkan rasa kesalnya dengan cara seorang wanita.
“Eunha ada yang-“
“Wae? Taehyung-ah waeyo? Hiks, jangan coba menipuku Taehyung-ah, aku tahu kalau kau sadar bahwa aku menyukaimu dan aku juga sudah tahu kalau kau menyukai yeoja lain, aku mohon jangan permainkan perasaanku” ucap Eunha dengan wajah berurai air mata.
Dengan keadaan seperti ini, ia berusaha menatap Taehyung yang tertegun. Sungguh ini kali pertama Taehyung melihat Eunha menangis terisak sampai seperti ini. Dan lagi, semua ini karenanya.
“Mianhae” ucap Taehyung.
Cups,,,
            Ia mencium kening Eunha dan membuat yeoja itu berbalik tertegun, dan Taehyung sendiri kembali memamerkan senyum bodohnya.
            “Kwon Eunha-ssi, saranghae”
            “Nde?”
            “Aku tahu kau termakan berita palsu itu, yeoja yang kau maksud itu bukan yeoja chinguku, dia adik sepupuku. Dan yeoja yang aku sukai, sekarang ada dihadapanku”
            “Taehyung-ah,,,”
            Namja itu menangkup pipi yeoja dihadapannya, menatap mata yeoja itu dan menghapus air matanya.
            “Kau mau jadi yeoja chingu-ku?”
.
Hening sesaat dan kemudian,,,
.
.
.
            “Dangyeonhaji” ucap Eunha dengan senyum diwajahnya.
GRABB,,,
            Taehyung dan Eunha saling berpelukan. Beberapa teman mereka berdua terlihat memotret peristiwa bersejarah dihadapan mereka, tak jarang dari mereka juga saling berpelukan ketika melihat pasangan itu berpelukan jua.
            “Kisseu,,, Kisseu,,,” teriak kawan sekelas Taehyung dan Eunha. Eunha sendiri hanya bisa menundukan kepalanya. Malu. Dan,,,
Cups,,,
            Teriakan meriah dan tepuk tangan saling bersahutan menyambut ciuman itu. Bahkan Jimin yang dipercaya sabagai penjaga pintu lupa akan tugasnya. Dan Kim ssaem yang baru rapat –dan rapat itu rupanya sebentar- akhirnya masuk kelas dan menyaksikan acara anak muda itu.
            “Dasar anak nakal! Apa yang kalian lakukan!!”
.
.
LARI!!!
.
.
.
The End

Absurdkan? Udah dibilangin juga. Gomawo yang mau baca, dan buat kenang-kenangan, seperti biasa,,,
Comment jusseyo^^ *aegyo
Jangan jadi siders chingu-ya,
            Sampai jumpa difanfic selanjutnya. Annyeong^^