Rabu, 28 Oktober 2015

FF BTS-This Time Pt.1






This Time
(Sequel Rain (mianhae, saranghaeyo))

Author                          : Angzilo Lee
Genre                           : Sad (failed).
Ratting  / Length           : PG + 14 / Twoshoot
Cast                             :
·        Jeon Jungkook (Bangtan Boys)
·        Kang Hyojun    (Main Cast)
·        Kim Taehyung  (Bangtan Boys)
·        OC
Summary :
“Saat ini aku baru sadar, bahwa kau benar- benar tak akan pernah kembali lagi padaku. Tapi aku juga sadar bahwa kau memang akan selalu menantiku dan akan tetap mendampingiku ‘disana’, yah, kau hanya satu dan hanya ditakdirkan hanya untukku”

WARNING !!! Typo bertebaran, Cerita amburadul (?), ini FF asli punya Author, berhubung Author masih amatir jadi mungkin tidak terlalu sad (harap maklum, namanya juga failed), mian juga kalau disini Jungkook agak teragis kisahnya. PLEASE GIVE ME A COMMENT AFTER YOU READ AND NO PLAGIAT.
SELAMAT MEMBACA ^^



Cuplikan cerita sebelumnya :
“Pacarmu Lee Taejin, dia,,, dia diculik Jungkook-ah”
“Aku terlambat sampai sana”
“Bisakah kau memaafkanku? Aku mencintaimu”
“Apa kau tak ingin memaafkanku?”
“Hyung maukah kau memaafkanku?”
“Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu”
~This Time~
Tes,,, tes,,,
Tetesan air yang menetes dari dedaunan terus  berjatuhan, tertarik oleh gravitasi bumi yang sangat enggan membuat benda di sekitarnya menjauh dari bumi tersebut. Seberkas cahaya mulai menembus dedaunan pohon, membuat sore ini terlihat begitu indah dan cerah. Hujan itu berhenti, hujan yang menjadi saksi bisu kisah kelam sekaligus memalukan bagi seorang namja yang sampai sekarang belum terbangun dari tidurnya. Cahaya sang mentari menyinari sekaligus menghangatkan tubuhnya yang terlihat sangat beku sekarang ini, cahaya itu memberikan kesan tersendiri pada namja ini, yup! Keindahan. Namja itu sekarang tengah tertidur pulas di atas kasur rumput hijau yang basah setelah terguyur hujan cukup lama. Siapa lagi kalau bukan jungkook. Tubuhnya masih tak jauh berbeda dari sebelumnya, ketika ia pingsan tadi belum ada satu pun orang yang menemukannya sampai sekarang. “JUNGKOOK!!!” terdengar teriakan seorang namja melengking dengan suara beratnya, memanggil-manggil namja yang tengah tertidur sekarang. “Jungkook-ah ireona! Jungkook!” namja itu tak henti-hentinya menggoncangkan tubuh seorang Jeon Jungkook yang terlihat amat tenang dengan mata terpejamnya yang membuat Jungkook benar-benar sangat cute, meskipun bibir merahnya belum sepenuhnya kembali menjadi merah alias masih sedikit kebiruan karena kedinginan. Dengan usahanya yang besar namja itu berusaha mengangkat badan Jungkook yang tak jauh berbeda dengan ukuran badannya itu.
Skip Time
            “Engh,,,” lengguhan seorang namja ini terdengar sangatlah parau ditelinga siapa pun yang mendengarnya sekarang. SRATT,,, disisi lain seorang yeoja berpakaian serba putih ala seorang dokter dengan tangan kecilnya membuka gorden yang menutupi jendela, membuat cahaya matahari bisa lebih leluasa memasuki ruangan yang sekarang ini tengah menampung 3 orang manusia. “Eoh! Kau sudah bangun? Maaf apa aku mengganggu tidurmu?” Tanya yeoja itu pada seorang namja yang tadi melengguh parau, “Emhh,,,” namja itu kembali meregangkan tubuhnya yang terasa kaku, “Gomawo, setidaknya kau tidak membuatku terlambat sekolah pagi ini” ucap namja itu dengan suara bass-nya, sambil tersenyum pada yeoja yang rupanya seorang dokter. Namja itu bangun dari duduknya, sesekali ia melirik seorang namja lainnya yang tengah tertidur pulas diatas ranjang tempat ia menyandarkan kepalanya ketika tertidur tadi. “Apa aku bisa mempercayakannya padamu? Aku tak bisa menjaganya saat nanti, pagi ini aku ada ujian” ucap namja itu menatap datar yeoja yang sekarang berada dihadapannya dan tengah memandang lamat wajah namja diatas ranjang itu. “Tentu bisa, aku seorang dokter, dan seorang dokter akan berusaha sebaik mungkin menjaga pasiennya agar lekas sembuh” ucap dokter itu, “Cepatlah pergi, aku akan menjaganya hingga kau kembali nanti, aku tahu ujian ini penting untuk seorang siswa sepertimu” lanjut dokter itu sambil memegang bahu namja dihadapannya dan tersenyum lembut. “Aku percaya padamu, aku pergi dulu” jawab namja itu dan segera pergi meninggalkan ruangan, sebelumnya ia masih sempat menoleh pada namja diatas ranjang yang di tangannya menancap sebuah infus.
# # # # # # #
            Selepas kepergian namja itu sekitar setengah jam yang lalu, ruangan ini kembali sepi. Ini merupakan sebuah ruangan rumah sakit berfasilitas VVIP, membuat tidak sembarang orang bisa masuk apa lagi berbuat keributan disini. Dokter itu, yeoja yang mengakui dirinya seorang dokter memiliki nama di jas dokternya itu, disana tertulis dr. Jung Seungji. Oh, Seungji rupanya, dokter itu sekarang tengah memandang lamat wajah pasiennya yang bernama Jungkook. Yup! Jungkook sekarang sedang dirawat di rumah sakit ini, namja sahabatnya yang menemukannya saat ia pingsan ditaman kemarin sore adalah sunbae bernama Taehyung.
Ceklek,,,
Pintu ruang itu terbuka, menampakkan sosok seorang namja bertubuh tinggi tegap dengan rambut dicat sedikit pirang tengah memasang wajah datarnya. Namja itu menggendong tas sekolahnya, tak lupa seragamnya yang masih melekat ditubuhnya. Di name tag-nya tertulis namanya dengan hangul yang cukup jelas terbaca ‘Kim Taehyung’, oh! Itu sunbae sahabat Jungkook rupanya. “Secepat itu kau kembali? Ku fikir akan sampai siang” ucap dokter Seungji tanpa menyapa seorang Taehyung, “Ujian dibatalkan, kertas soal yang seharusnya menjadi kesibukanku sekarang, dinyatakan telah musnah” jawab Taehyung datar, “Musnah?” Tanya dokter Seungji sambil mengerutkan keningnya. “Aku tidak tahu pasti, tapi kudengar tempat untuk menyimpan lembaran soal itu tadi malam katanya terbakar karena hubungan arus pendek yang disebabkan rangsangan hujan. Meskipun hanya tempat itu yang terbakar, aku melihat dipengumuman kalau sekolah akan diliburkan selama seminggu karena sunbae kelas 3 akan menggunakan fungsi sekolah secara penuh selama seminggu ini” terang Taehyung panjang lebar, dan satu lagi yang tertinggal, Taehyung ini masih kelas 2 SMA sedang Jungkook kelas 1 SMA. “Chukkae! Aku tahu kau sangat senang sekarang” Seungji bangun dari duduknya dan tersenyum lebar, “Nde, gomapta. Seorang dokter muda berprestasi ini rupanya sangat mengenal siswa SMA” canda Taehyung sambil tersenyum manis.
“Aku pergi dulu, masih banyak hal yang harus aku selesaikan di rumah sakit ini. Jaga kawanmu dengan baik, arra?” ucap dokter Seungji sembari berlalu meninggalkan ruangan. “Tanpa kau menyuruhnya juga sudah pasti aku menjaganya” gumam Taehyung sambil membelakangi dokter Seungji, yang sekarang masih diambang pintu, untuk selanjutnya ia benar-benar pergi meninggalkan ruangan.
Sudah satu jam Taehyung menunggu sahabatnya ini, “Apa kau akan bangun? Apa kau akan meninggalkanku setelah Namjoon hyung juga pergi? Bahkan Taejin juga pergi dengannya” ucap Taehyung lirih sambil memandang lembut wajah sahabatnya, Jungkook. “Jungkook, apa kau mendengarku?” lanjut Taehyung. Sepertinya Taehyung sendiri juga merasa sedikit sebal karena sikap Jungkook pada Taejin, tapi apa boleh buat sekarang? Bahkan ia juga tahu betapa frustasinya Jungkook mendengar berita kematian Taejin, ia tak bisa terus-terusan menyalahkan Jungkook akan semua itu juga bukan?. Taehyung sekarang benar-benar bosan, namja satu ini memang tidak suka menunggu, hanya saat tertentu saja ia bisa bersabar, itu pun sesaat. GRAKK,,, decitan kursi terdengar agak keras, oh! Itu karena Taehyung bangun dari duduknya, “Kalau kau bangun aku akan menunggumu, tapi kalau kau tetap tidur aku akan pergi” ucap Taehyung dingin. Dengan langkah pasti, sekarang Taehyung tengah melangkahkan kakinya menjauhi Jungkook dan mengarah kepintu keluar. GLEKK,,, pintu itu berbunyi menandakan pintu sekarang terbuka, disaat bersamaan Jungkook tersadar dari tidur panjangnya. “Emh,,,” suara Jungkook terdengar parau, mata bulatnya mengerjap-ngerjap membuat pandangannya agar terlihat semakin jelas, tangannya sekarang mulai ia gerakan, dan ia berusaha bangun. Bagaimana dengan Taehyung? Jawabannya ialah diam, ia sekarang diam diambang pintu sembari memasang wajah datarnya, sebenarnya Taehyung tengah menyembunyikan katerkejutannya.
“Aww,,,” teriakan Jungkook terdengar, dengan cepat Taehyung menengok kearah Jungkook, ekspresi datarnya berubah seketika ketika ia melihat Jungkook tengah kesakitan sambil memegang kepalanya. “Neo gwaenchana? Jungkook-ah kau harusnya tetap pada posisi tidur, kau tahu tubuhmu masih butuh istirahat” ucap Taehyung sembari membantu menidurkan Jungkook. “Hyung,,,” suara parau Jungkook terdengar kembali, “Maaf,” saat itu juga Taehyung tersenyum sedang Jungkook memeluknya erat, dan Taehyung? Ia membalas itu.
Skip time *Two Months Latter*
            Kim Taehyung dan Jeon Jungkook. Sekarang kedua namja itu menjadi sangatlah akrab seperti kakak dan adik. Kemana pun Taehyung pergi, pasti Jungkook akan mengikutinya, dan ketika Jungkook ingin pergi kesuatu tempat maka seorang Taehyung tidak akan membuat Jungkook pergi sendiri. Mereka benar-benar menjadi sulit dipisahkan. Bahkan sekarang mereka tengah berada dicafe yang sama dan saling mengejek ria. Duduk mereka berhadapan.
            “Hahaha,,, kau tahu saat kau pertama kali masuk kau benar-benar terlihat bodoh, bahkan aku tak menyangka kau bisa terlihat setampan ini, hahaha,,,”
            “Aish,,, kau memang jahat hyung, namja setampan aku kau bilang terlihat bodoh? eoh? Dasar menyebalkan, bodoh mana aku dengan Jimin hyung dan Suga hyung?”
            Taehyung benar-benar merasa senang sekarang, karena ia berhasil memulihkan mental karibnya itu, bahkan sekarang Jungkook bisa tertawa lepas seperti, Jungkook yang pertama kali ia kenal. Namja yang baik, cute dan tampan sekaligus.
            “Yak, bisa saja kau memang lebih pintar dari Jimin dan Suga hyung, tapi,,,”
            “Wae?”
            “Jangan lupa mereka punya kharisama yang besar, sama seperti sunbae sahabat kita yang genius, siapa lagi kalau bukan nam,,,” Oops, dengan cepat Taehyung menghentikan bicaranya, bagaimana bisa ia lupa kalau Jungkook pasti akan mengingat Taejin, jika ada yang menyebut nama Namjoon. Dan lagi Jungkook pasti akan merasa bersalah lagi. “Namjoon hyung? Dia memang tampan, charisma dan kegeniusannya sangat berbeda jauh dariku, aku hanya namja bodoh” kali ini wajah Jungkook terlihat sendu, membuat Taehyung semakin merasa bersalah.
            “Tapi setidaknya aku lucu dan imutkan hyung? Bahkan namja yang memiliki sifat dingin sepertimu bisa tertawa lepas saat bersamaku, haha,,,” raut wajah Jungkook berubah, ia kembali tertawa, tapi tatapan matanya masih saja sendu. Taehyung diam, ia hanya bisa diam saat ini, tak tahu harus melakukan apa. Jungkook pun sekarang diam, hingga akhirnya,,, “Kau imut dan lucu? Haha,,, bodoh, tadi kau sebut dirimu tampan sekarang imut dan lucu? Hahaha,,,” Taehyung berhasil, ia berhasil membuat Jungkook menorehkan senyumnya. “Hey! Kau tahu? Kalau urusan imut dan lucu, aku punya kawan seorang yeoja. Dia benar-benar sangat polos dan menggemaskan” kali ini Taehyung berbisik.
            “Nugu? Chanji pacar Jimin? Seungha pacar Suga? Kwonri pacar Jin? Lalu,,,”
            “Semua salah! yak! Pabbo! Bagaimana bisa aku membicarakan seorang yeoja yang sudah punya namja chingu? Bahakan mereka yeoja dari sahabat kita, dasar pabbo!” tangan Taehyung terangkat hendak menjitak kepala Jungkook namun dengan cepat Jungkook berteriak. “Andwae!” Jungkook memegang tangan Taehyung, membuat gerakannya terhenti.
            “Mianhae, aku tahu aku salah, baiklah kali ini aku akan serius” Taehyung kembali duduk dan memasang wajah datarnya. Tangannya sudah mengepal, bersiap menghajar Jungkook kalau dugaannya yang aneh-aneh lagi. Jungkook tersenyum simpul. “Akh,,, berarti yeoja itu,,, dokter Seungji!!” PLETAKK,,, sebuah jitakan melus mendarat dikepala Jungkook, dan Jungkook hanya mengaduh dan merancau tak jelas. “Yak! Dia itu noona dari Hoseok hyung pabbo! Baiklah kau harus menyerah, aku akan memberi tahumu” Jungkook diam, tangannya bergerak mengusap kelapanya yang sedikit berdenyut, mata bulatnya memandang Taehyung lamat. “Dia adalah,,, Kang Hyojun, kawan masa kecilku” Taehyung tersipu dan menundukkan kepalanya, Jungkook hanya diam dan berusaha mengerti apa maksud dari ucapan Taehyung.
            “Ooh,,, noona Hyo! Wah dia pasti yeoja chingumu kan hyung? Kapan kau akan mengajaknya bertemu denganku? Aku penasaran ia itu secantik apa sampai hyung-nim yang dingin ini tergoda” Jungkook memamerkan senyum bodohnya. Taehyung berdecak sebal melihat senyum Jungkook, “Dua hari lagi, katanya ia akan datang menemuiku, saat itu juga aku akan mengajakmu” ucap Taehyung pasti.
Skip Time *Two Days Latter*
            “Hyung, mana noona? Kenapa lama sekali?” ucap Jungkook malas, ia sudah bosan menunggu, sudah satu jam mereka menunggu, tapi yeoja bernama Hyojun itu tak kunjung datang. Taehyung hanya berdecak sebal dan memutar bola matanya malas, “Tunggu saja, ia sudah dekat” ucap Taehyung. Jungkook kembali merancau tak jelas dan itu tentu akan diabaikan seorang Kim Taehyung. Oh iya! Sekarang kedua namja itu berada disebuah tempat di Seoul, tepatnya disebuah taman. Tapi taman ini bukan taman yang sama, yang biasa Jungkook kunjungi, Taehyung tahu benar kalau Jungkook pasti akan murung jika ia bawa ketaman itu, tempat masa lalu Jungkook dan Taejin yang sekarang sudah terpendam.
            Tak lama kemudian, “Taehyung-ah annyeong!” terdengar suara seorang yeoja dibelakang Taehyung dan Jungkook, dengan sigap kedua namja itu menoleh. Yeoja itu sekarang tengah memakai dress selutut warna kuning, sepatu berwarna putih, jangan lupakan make-up tipis yang memberikan kesan natural diwajah cantiknya, ditambah rambut panjang tergerai yang melambai-lambai karena tertiup angin. Taehyung tersenyum melihat yeoja itu, dan Jungkook? Ia membulatkan matanya tak percaya, tubuh Jungkook terasa kaku untuk digerakan sekarang.
“Itu,,, Taejin,,,”
~TBC~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar