This Time
(Sequel
Rain (mianhae, saranghaeyo))
Author : Angzilo Lee
Genre : Sad
(failed).
Ratting / Length : PG + 14
/ Twoshoot
Cast :
·
Jeon Jungkook (Bangtan Boys)
·
Kang Hyojun (Main Cast)
·
Kim Taehyung (Bangtan Boys)
·
OC
Summary :
“Saat ini aku baru sadar, bahwa kau benar- benar
tak akan pernah kembali lagi padaku. Tapi aku juga sadar bahwa kau memang akan
selalu menantiku dan akan tetap mendampingiku ‘disana’, yah, kau hanya satu dan
hanya ditakdirkan hanya untukku”
WARNING !!! Typo bertebaran, Cerita amburadul (?), ini FF asli punya Author, berhubung Author masih amatir
jadi mungkin tidak terlalu sad (harap maklum, namanya juga failed), mian juga
kalau disini Jungkook agak teragis kisahnya. PLEASE GIVE ME A COMMENT AFTER
YOU READ AND NO PLAGIAT.
SELAMAT
MEMBACA ^^
Cuplikan cerita sebelumnya :
“Pacarmu Lee Taejin, dia,,,
dia diculik Jungkook-ah”
“Aku terlambat sampai
sana”
“Bisakah kau memaafkanku? Aku
mencintaimu”
“Apa kau tak ingin
memaafkanku?”
“Hyung maukah kau
memaafkanku?”
“Aku berjanji tidak akan
mengecewakanmu”
~This Time~
Tes,,,
tes,,,
Tetesan
air yang menetes dari dedaunan terus
berjatuhan, tertarik oleh gravitasi bumi yang sangat enggan membuat
benda di sekitarnya menjauh dari bumi tersebut. Seberkas cahaya mulai menembus
dedaunan pohon, membuat sore ini terlihat begitu indah dan cerah. Hujan itu
berhenti, hujan yang menjadi saksi bisu kisah kelam sekaligus memalukan bagi seorang
namja yang sampai sekarang belum terbangun dari tidurnya. Cahaya sang mentari
menyinari sekaligus menghangatkan tubuhnya yang terlihat sangat beku sekarang
ini, cahaya itu memberikan kesan tersendiri pada namja ini, yup! Keindahan. Namja
itu sekarang tengah tertidur pulas di atas kasur rumput hijau yang basah
setelah terguyur hujan cukup lama. Siapa lagi kalau bukan jungkook. Tubuhnya masih
tak jauh berbeda dari sebelumnya, ketika ia pingsan tadi belum ada satu pun
orang yang menemukannya sampai sekarang. “JUNGKOOK!!!” terdengar teriakan
seorang namja melengking dengan suara beratnya, memanggil-manggil namja yang
tengah tertidur sekarang. “Jungkook-ah ireona! Jungkook!” namja itu tak
henti-hentinya menggoncangkan tubuh seorang Jeon Jungkook yang terlihat amat
tenang dengan mata terpejamnya yang membuat Jungkook benar-benar sangat cute,
meskipun bibir merahnya belum sepenuhnya kembali menjadi merah alias masih
sedikit kebiruan karena kedinginan. Dengan usahanya yang besar namja itu
berusaha mengangkat badan Jungkook yang tak jauh berbeda dengan ukuran badannya
itu.
Skip Time
“Engh,,,” lengguhan seorang namja ini terdengar sangatlah
parau ditelinga siapa pun yang mendengarnya sekarang. SRATT,,, disisi lain
seorang yeoja berpakaian serba putih ala seorang dokter dengan tangan kecilnya
membuka gorden yang menutupi jendela, membuat cahaya matahari bisa lebih
leluasa memasuki ruangan yang sekarang ini tengah menampung 3 orang manusia.
“Eoh! Kau sudah bangun? Maaf apa aku mengganggu tidurmu?” Tanya yeoja itu pada
seorang namja yang tadi melengguh parau, “Emhh,,,” namja itu kembali
meregangkan tubuhnya yang terasa kaku, “Gomawo, setidaknya kau tidak membuatku
terlambat sekolah pagi ini” ucap namja itu dengan suara bass-nya, sambil
tersenyum pada yeoja yang rupanya seorang dokter. Namja itu bangun dari
duduknya, sesekali ia melirik seorang namja lainnya yang tengah tertidur pulas
diatas ranjang tempat ia menyandarkan kepalanya ketika tertidur tadi. “Apa aku
bisa mempercayakannya padamu? Aku tak bisa menjaganya saat nanti, pagi ini aku
ada ujian” ucap namja itu menatap datar yeoja yang sekarang berada dihadapannya
dan tengah memandang lamat wajah namja diatas ranjang itu. “Tentu bisa, aku
seorang dokter, dan seorang dokter akan berusaha sebaik mungkin menjaga
pasiennya agar lekas sembuh” ucap dokter itu, “Cepatlah pergi, aku akan
menjaganya hingga kau kembali nanti, aku tahu ujian ini penting untuk seorang
siswa sepertimu” lanjut dokter itu sambil memegang bahu namja dihadapannya dan
tersenyum lembut. “Aku percaya padamu, aku pergi dulu” jawab namja itu dan
segera pergi meninggalkan ruangan, sebelumnya ia masih sempat menoleh pada
namja diatas ranjang yang di tangannya menancap sebuah infus.
# # # # # # #
Selepas kepergian namja itu sekitar setengah jam yang
lalu, ruangan ini kembali sepi. Ini merupakan sebuah ruangan rumah sakit
berfasilitas VVIP, membuat tidak sembarang orang bisa masuk apa lagi berbuat
keributan disini. Dokter itu, yeoja yang mengakui dirinya seorang dokter
memiliki nama di jas dokternya itu, disana tertulis dr. Jung Seungji. Oh,
Seungji rupanya, dokter itu sekarang tengah memandang lamat wajah pasiennya
yang bernama Jungkook. Yup! Jungkook sekarang sedang dirawat di rumah sakit
ini, namja sahabatnya yang menemukannya saat ia pingsan ditaman kemarin sore
adalah sunbae bernama Taehyung.
Ceklek,,,
Pintu
ruang itu terbuka, menampakkan sosok seorang namja bertubuh tinggi tegap dengan
rambut dicat sedikit pirang tengah memasang wajah datarnya. Namja itu
menggendong tas sekolahnya, tak lupa seragamnya yang masih melekat ditubuhnya.
Di name tag-nya tertulis namanya dengan hangul yang cukup jelas terbaca ‘Kim
Taehyung’, oh! Itu sunbae sahabat Jungkook rupanya. “Secepat itu kau kembali?
Ku fikir akan sampai siang” ucap dokter Seungji tanpa menyapa seorang Taehyung,
“Ujian dibatalkan, kertas soal yang seharusnya menjadi kesibukanku sekarang,
dinyatakan telah musnah” jawab Taehyung datar, “Musnah?” Tanya dokter Seungji
sambil mengerutkan keningnya. “Aku tidak tahu pasti, tapi kudengar tempat untuk
menyimpan lembaran soal itu tadi malam katanya terbakar karena hubungan arus
pendek yang disebabkan rangsangan hujan. Meskipun hanya tempat itu yang
terbakar, aku melihat dipengumuman kalau sekolah akan diliburkan selama
seminggu karena sunbae kelas 3 akan menggunakan fungsi sekolah secara penuh
selama seminggu ini” terang Taehyung panjang lebar, dan satu lagi yang tertinggal,
Taehyung ini masih kelas 2 SMA sedang Jungkook kelas 1 SMA. “Chukkae! Aku tahu
kau sangat senang sekarang” Seungji bangun dari duduknya dan tersenyum lebar,
“Nde, gomapta. Seorang dokter muda berprestasi ini rupanya sangat mengenal
siswa SMA” canda Taehyung sambil tersenyum manis.
“Aku
pergi dulu, masih banyak hal yang harus aku selesaikan di rumah sakit ini. Jaga
kawanmu dengan baik, arra?” ucap dokter Seungji sembari berlalu meninggalkan
ruangan. “Tanpa kau menyuruhnya juga sudah pasti aku menjaganya” gumam Taehyung
sambil membelakangi dokter Seungji, yang sekarang masih diambang pintu, untuk
selanjutnya ia benar-benar pergi meninggalkan ruangan.
Sudah
satu jam Taehyung menunggu sahabatnya ini, “Apa kau akan bangun? Apa kau akan
meninggalkanku setelah Namjoon hyung juga pergi? Bahkan Taejin juga pergi
dengannya” ucap Taehyung lirih sambil memandang lembut wajah sahabatnya,
Jungkook. “Jungkook, apa kau mendengarku?” lanjut Taehyung. Sepertinya Taehyung
sendiri juga merasa sedikit sebal karena sikap Jungkook pada Taejin, tapi apa
boleh buat sekarang? Bahkan ia juga tahu betapa frustasinya Jungkook mendengar
berita kematian Taejin, ia tak bisa terus-terusan menyalahkan Jungkook akan
semua itu juga bukan?. Taehyung sekarang benar-benar bosan, namja satu ini
memang tidak suka menunggu, hanya saat tertentu saja ia bisa bersabar, itu pun
sesaat. GRAKK,,, decitan kursi terdengar agak keras, oh! Itu karena Taehyung
bangun dari duduknya, “Kalau kau bangun aku akan menunggumu, tapi kalau kau
tetap tidur aku akan pergi” ucap Taehyung dingin. Dengan langkah pasti,
sekarang Taehyung tengah melangkahkan kakinya menjauhi Jungkook dan mengarah
kepintu keluar. GLEKK,,, pintu itu berbunyi menandakan pintu sekarang terbuka,
disaat bersamaan Jungkook tersadar dari tidur panjangnya. “Emh,,,” suara
Jungkook terdengar parau, mata bulatnya mengerjap-ngerjap membuat pandangannya
agar terlihat semakin jelas, tangannya sekarang mulai ia gerakan, dan ia berusaha
bangun. Bagaimana dengan Taehyung? Jawabannya ialah diam, ia sekarang diam
diambang pintu sembari memasang wajah datarnya, sebenarnya Taehyung tengah
menyembunyikan katerkejutannya.
“Aww,,,”
teriakan Jungkook terdengar, dengan cepat Taehyung menengok kearah Jungkook,
ekspresi datarnya berubah seketika ketika ia melihat Jungkook tengah kesakitan
sambil memegang kepalanya. “Neo gwaenchana? Jungkook-ah kau harusnya tetap pada
posisi tidur, kau tahu tubuhmu masih butuh istirahat” ucap Taehyung sembari membantu
menidurkan Jungkook. “Hyung,,,” suara parau Jungkook terdengar kembali, “Maaf,”
saat itu juga Taehyung tersenyum sedang Jungkook memeluknya erat, dan Taehyung?
Ia membalas itu.
Skip time *Two Months Latter*
Kim Taehyung dan Jeon Jungkook. Sekarang kedua namja itu
menjadi sangatlah akrab seperti kakak dan adik. Kemana pun Taehyung pergi,
pasti Jungkook akan mengikutinya, dan ketika Jungkook ingin pergi kesuatu
tempat maka seorang Taehyung tidak akan membuat Jungkook pergi sendiri. Mereka
benar-benar menjadi sulit dipisahkan. Bahkan sekarang mereka tengah berada
dicafe yang sama dan saling mengejek ria. Duduk mereka berhadapan.
“Hahaha,,, kau tahu saat kau pertama kali masuk kau
benar-benar terlihat bodoh, bahkan aku tak menyangka kau bisa terlihat setampan
ini, hahaha,,,”
“Aish,,, kau memang jahat hyung, namja setampan aku kau
bilang terlihat bodoh? eoh? Dasar menyebalkan, bodoh mana aku dengan Jimin
hyung dan Suga hyung?”
Taehyung benar-benar merasa senang sekarang, karena ia
berhasil memulihkan mental karibnya itu, bahkan sekarang Jungkook bisa tertawa
lepas seperti, Jungkook yang pertama kali ia kenal. Namja yang baik, cute dan
tampan sekaligus.
“Yak, bisa saja kau memang lebih pintar dari Jimin dan
Suga hyung, tapi,,,”
“Wae?”
“Jangan lupa mereka punya kharisama yang besar, sama
seperti sunbae sahabat kita yang genius, siapa lagi kalau bukan nam,,,” Oops,
dengan cepat Taehyung menghentikan bicaranya, bagaimana bisa ia lupa kalau
Jungkook pasti akan mengingat Taejin, jika ada yang menyebut nama Namjoon. Dan
lagi Jungkook pasti akan merasa bersalah lagi. “Namjoon hyung? Dia memang
tampan, charisma dan kegeniusannya sangat berbeda jauh dariku, aku hanya namja
bodoh” kali ini wajah Jungkook terlihat sendu, membuat Taehyung semakin merasa
bersalah.
“Tapi setidaknya aku lucu dan imutkan hyung? Bahkan namja
yang memiliki sifat dingin sepertimu bisa tertawa lepas saat bersamaku,
haha,,,” raut wajah Jungkook berubah, ia kembali tertawa, tapi tatapan matanya
masih saja sendu. Taehyung diam, ia hanya bisa diam saat ini, tak tahu harus
melakukan apa. Jungkook pun sekarang diam, hingga akhirnya,,, “Kau imut dan
lucu? Haha,,, bodoh, tadi kau sebut dirimu tampan sekarang imut dan lucu?
Hahaha,,,” Taehyung berhasil, ia berhasil membuat Jungkook menorehkan senyumnya.
“Hey! Kau tahu? Kalau urusan imut dan lucu, aku punya kawan seorang yeoja. Dia
benar-benar sangat polos dan menggemaskan” kali ini Taehyung berbisik.
“Nugu? Chanji pacar Jimin? Seungha pacar Suga? Kwonri
pacar Jin? Lalu,,,”
“Semua salah! yak! Pabbo! Bagaimana bisa aku membicarakan
seorang yeoja yang sudah punya namja chingu? Bahakan mereka yeoja dari sahabat
kita, dasar pabbo!” tangan Taehyung terangkat hendak menjitak kepala Jungkook
namun dengan cepat Jungkook berteriak. “Andwae!” Jungkook memegang tangan
Taehyung, membuat gerakannya terhenti.
“Mianhae, aku tahu aku salah, baiklah kali ini aku akan
serius” Taehyung kembali duduk dan memasang wajah datarnya. Tangannya sudah
mengepal, bersiap menghajar Jungkook kalau dugaannya yang aneh-aneh lagi. Jungkook
tersenyum simpul. “Akh,,, berarti yeoja itu,,, dokter Seungji!!” PLETAKK,,,
sebuah jitakan melus mendarat dikepala Jungkook, dan Jungkook hanya mengaduh
dan merancau tak jelas. “Yak! Dia itu noona dari Hoseok hyung pabbo! Baiklah
kau harus menyerah, aku akan memberi tahumu” Jungkook diam, tangannya bergerak
mengusap kelapanya yang sedikit berdenyut, mata bulatnya memandang Taehyung
lamat. “Dia adalah,,, Kang Hyojun, kawan masa kecilku” Taehyung tersipu dan
menundukkan kepalanya, Jungkook hanya diam dan berusaha mengerti apa maksud
dari ucapan Taehyung.
“Ooh,,, noona Hyo! Wah dia pasti yeoja chingumu kan
hyung? Kapan kau akan mengajaknya bertemu denganku? Aku penasaran ia itu
secantik apa sampai hyung-nim yang dingin ini tergoda” Jungkook memamerkan
senyum bodohnya. Taehyung berdecak sebal melihat senyum Jungkook, “Dua hari
lagi, katanya ia akan datang menemuiku, saat itu juga aku akan mengajakmu” ucap
Taehyung pasti.
Skip Time *Two Days Latter*
“Hyung, mana noona? Kenapa lama sekali?” ucap Jungkook
malas, ia sudah bosan menunggu, sudah satu jam mereka menunggu, tapi yeoja
bernama Hyojun itu tak kunjung datang. Taehyung hanya berdecak sebal dan
memutar bola matanya malas, “Tunggu saja, ia sudah dekat” ucap Taehyung.
Jungkook kembali merancau tak jelas dan itu tentu akan diabaikan seorang Kim
Taehyung. Oh iya! Sekarang kedua namja itu berada disebuah tempat di Seoul,
tepatnya disebuah taman. Tapi taman ini bukan taman yang sama, yang biasa
Jungkook kunjungi, Taehyung tahu benar kalau Jungkook pasti akan murung jika ia
bawa ketaman itu, tempat masa lalu Jungkook dan Taejin yang sekarang sudah
terpendam.
Tak lama kemudian, “Taehyung-ah annyeong!” terdengar
suara seorang yeoja dibelakang Taehyung dan Jungkook, dengan sigap kedua namja
itu menoleh. Yeoja itu sekarang tengah memakai dress selutut warna kuning,
sepatu berwarna putih, jangan lupakan make-up tipis yang memberikan kesan
natural diwajah cantiknya, ditambah rambut panjang tergerai yang
melambai-lambai karena tertiup angin. Taehyung tersenyum melihat yeoja itu, dan
Jungkook? Ia membulatkan matanya tak percaya, tubuh Jungkook terasa kaku untuk
digerakan sekarang.
“Itu,,,
Taejin,,,”
~TBC~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar