Rabu, 28 Oktober 2015

FF BTS-This Time Pt.2






This Time Pt.2
(Sequel Rain (mianhae, saranghaeyo))
Author                          : Angzilo Lee
Genre                           : Friend Ship, Sad (failed), etc.
Ratting  / Length           : PG + 14 / Twoshoot
Cast                             :

  • ·        Jeon Jungkook (Bangtan Boys)

  • ·        Kang Hyojun    (Main Cast)

  • ·        Kim Taehyung  (Bangtan Boys)

  • ·        OC

Summary :
“Saat ini aku baru sadar, bahwa kau benar- benar tak akan pernah kembali lagi padaku. Tapi aku juga sadar bahwa kau memang akan selalu menantiku dan akan tetap mendampingiku ‘disana’, yah, kau hanya satu dan hanya ditakdirkan hanya untukku”

WARNING : “Dalam cerita ini tidaklah tercantum genre YAOI, jadi apa bila kalian merasa ada kedekatan namja x namja. Itu hanya sebatas kakak adik dan solidaritas sebagai sahabat. Its just brother relationship”
~This Time~
“Itu,,, Taejin,,,”
            Jungkook membulatkan matanya, antara percaya atau tidak ia sungguh bingung sekarang, apakah yeoja itu benar-benar seorang Taejin? Pertanyaan itu terus berputar dikepala Jungkook. “Annyeong! Hyojun-ah kenapa kau baru sampai? Kau lewat mana? Eoh?” Tanya Taehyung girang, “Heol! Apa sekarang ini seorang Taehyung sangat merindukanku? Bahkan ia tak sabar menunggu kedatanganku” jawab yeoja itu yang rupanya adalah Hyojun, sahabat kecil Taehyung yang sedang ditunggu kedatangannya. “Aish,,, berhentilah bermimpi agashi, kenapa kau masih sangat menggemaskan eoh?” jawab Taehyung sambil terus tersenyum dan mencubit pipi Hyojun, dan Hyojun hanya tersenyum menerima perlakuan itu. GRABB,,, sekarang Taehyung menarik Hyojun kepelukannya, senyum cerah mengembang sempurna diwajah dua sejoli ini. Setelah hampir lima tahun mereka tak bertemu, mungkin inilah saat yang tepat bagi mereka berdua untuk saling melepas rindu dan berbagi kasih sayang kembali.
            Jungkook tetap diam terpaku, tatapannya tetap terpusat pada Hyojun sekarang, “Oh! Nuguseyo? Apa kau chingu dari Taehyungie?” Jungkook terkejut, ketika mata dari yeoja yang tengah ia perhatikan menoleh dan menatap wajahnya, tak lupa menorehkan senyum manisnya. “Ah, ia Jungkook, sahabatku dan ia seorang hobae” jelas Taehyung mengenalkan, “Jinjja-yo? Itu berarti aku seorang noona? Annyeong Jungkook-ssi, Kang Hyojun imnida” ucap Hyojun sambil mengulurkan tangannya kearah Jungkook.  Jungkook diam seribu bahasa, sampai akhirnya ia sadar ketika ponselnya bergetar tanda sebuah pesan menghampirinya. “Oh! Nde? Umm,,, naneun Jeon Jungkook imnida” ucap Jungkook tergagap, menundukkan badannya 90 derajat dan menerima uluran tangan Hyojun. Dengan cepat Jungkook menarik tangannya dan mengambil posel disaku jaketnya, “Akh, hyung, noona, sepertinya aku harus pulang sekarang” ucap Jungkook, membuat Taehyung dan Hyojun mengerenyitkan dahi mereka, “Waeyo? Apa kau tak nyaman denganku? Mianhae” jawab Hyojun, “Aish, aniya noona, keundae aku harus kerumah kawanku sekarang, ada tugas sekolah yang harus diselesaikan” jawab Jungkook cepat, Hyojun mengangguk dan Taehyung hanya memasang wajah datar, “Yasudah, hyung aku pergi dulu dan noona bangapseumnida!” Jungkook berteriak karena ia bicara sambil berlari dan melambaikan tangannya dengan senyum mengembang. Hyojun dan Taehyung ikut tersenyum dan melambaikan tangannya pula. “Dia hobae yang lucu, tapi kenapa dia terlihat terkejut ketika melihatku tadi? Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?” gumam Hyojun, “Kau belum pernah mengenalnya, ia begitu karena masa lalunya yang,,,” Taehyung menggantungkan kalimatnya, “Yang apa?”, “Aniya, hmm,,, apa kau ingin jalan-jalan?” Tanya Taehyung, dan Hyojun mengangguk riang. Mereka berdua pun saling bergandengan tangan meninggalkan tempat itu, dan memulai acara jalan-jalan mereka, yang sayangnya Jungkook tak jadi ikut.
Skip Time
            Jungkook sekarang sedang berguling-guling tak jelas di kasurnya sambil sesekali melamun kemudian menutupi wajahnya dengan bantal yang ia peluk sekarang. Ingatannya kembali melayang mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Sejak ia sampai dari taman tadi, ia langsung menidurkan dirinya dan itu membuat berbagai pertanyaan berputar dikepalanya. Apa menurut kalian Jungkook benar-benar kerumah kawannya tadi? Tentu jawabannya tidak, pesan tadi bukanlah pesan dari kawannya, melainkan pesan dari operator sim dan untuk pertama kalinya ia mengucap terima kasih pada pengirim pesan itu, karena membantu Jungkook kabur dari taman. Saat ditaman tadi, Jungkook benar-benar tak bisa menjaga gejolak hatinya untuk menahan tangis saat melihat yeoja yang mengaku dirinya bernama Hyojun. Apa mungkin Jungkook salah melihat? Atau mata Jungkook sedikit sakit sekarang? Akh, jangan-jangan bayangan Taejin sudah tak bisa hilang dari pandangan Jungkook? Hey! Ayolah, bahkan Jungkook sendiri tidak tahu apa yang terjadi padanya barusan. “Yak, Jungkook, Hyo noona benar-benar mirip dengan Taejin, apa itu Taejin yang meminjam raga orang lain? Tapi, Akh, pabbo! Jungkook ingat dia itu Hyojin noona, yeoja chingu dari Taehyung hyung, sadarlah!!!” gumam Jungkook pada dirinya sendiri sambil terus memukul kepalanya.
            CKLEKK,,, pintu kamar apartemen Jungkook terbuka, membuat Jungkook terkejut. “Hello brother!” seorang namja bertubuh kekar dengan tinggi yang membuat Jungkook sedikit menunduk jika menatapnya, masuk begitu saja kekamar Jungkook dengan senyum mengembang. “Oh! Hyung! Ku fikir kau maling, masuk apartement orang sembarangan” jawab Jungkook tersenyum sambil berhigh five dengan namja itu. “Maling? Dasar bodoh, mana Taehyung? Tadi aku tak menemukannya diruangan mana pun” Tanya namja itu, “Aish,,, kau sudah berkeliling apartement Taehyung hyung? Jinjja, Taetae sedang pergi kencan dengan yeojanya dan mungkin dia akan pulang sedikit larut, kenapa hyung mencarinya?” jawab Jungkook panjang lebar. “Huft,,, aniyeo, aku hanya ingin bertemu dan bermain game dengannya” jawab namja itu, “Akh, Jiminie hyung bukan ingin mengajak Taetae menonton film blue kan?” Tanya Jungkook tersenyum evil, “Yak! Dongsaeng aku tidak se-yadong itu! sejak kapan Tae pernah mau aku ajak menonton film blue eoh?” jawab namja itu yang rupanya adalah Jimin, salah satu sahabat Jungkook dan satu kelas dengan Taehyung. Oh! Pemberitahuan, setelah Jungkook pulang dari rumah sakit dua bulan lalu, selama itu pula Jungkook pindah keapartement Taehyung. Alasannya mudah saja, karena Taehyung yang dingin itu memaksanya, Taehyung overprotective sekarang pada Jungkook (Vkook couple).
            “Haha,,, hyung mengaku akhirnya kalau sering mengajak Taetae menonton, tapi hyung, apa kau tak mau bermain game denganku? Aku bosan sekarang” ajak Jungkook, “Akh, nde, palli aku siapkan gamenya dan kau ambil cemilan, arra?” jawab Jimin, dengan sigap Jungkook segera pergi kedapur untuk mengambil apa yang Jimin suruh, “Semoga dengan begini bisa menghilangkan ingatanku sementara mengenai Taejin atau pun Hyojun noona” gumam Jungkook pelan.
Skip Time
            “Huamm,,,” terdengar uapan seorang Jimin diruangan yang saat ini sedang ia gunakan untuk menonton film bergenre comedy, meskipun comedy tapi Jimin –yang sekarang bersama Jungkook- tak tersenyum apa lagi tertawa melihat adegan konyol di film tersebut. Pandangan Jimin sekarang sedikit kabur, mulutnya tak henti-hentinya menguap, dan lagi kepalanya beberapa kali ia geleng, yup! Jimin mengantuk. Sebenarnya Jimin sudah berniat pulang sejak beberapa jam yang lalu, tapi Jungkook menahannya dengan alasan ia takut sendirian, sungguh ia masih terlalu muda sekarang. “Jungkook, hyung mengantuk, kita tidur saja ne?” ucap Jimin pada Jungkook yang disampingnya. Tak ada jawaban, Jungkook diam “Jungkookie, apa kau dengar? Jungkook?” dengan malas Jimin menoleh kearah namja disampingnya dan,,, “Aissh,,, Jeon Jungkook! Kau sudah tidur? Kenapa kau,,, akh, jinjja” Oops, Jungkook sudah tertidur pulas rupanya, membuat Jimin kesal, tapi Jimin juga sulit rasanya untuk marah pada Jungkook yang terlihat seperti malaikat tidur sekarang.
            CKLEKK,,, “Oh! Jimin, kau disini?” tiba-tiba seorang namja masuk kedalam apartement Jungkook dan Taehyung, dengan malas pula Jimin menoleh, “Hya! Taehyung pabbo! Kenapa kau baru pulang eoh? Yeoja seperti apa yang membuatmu pulang selarut ini? Ini jam Sembilan malam” omel Jimin pada Taehyung yang baru datang. “Yang pasti yeoja yang cantik, keundae, apa Jungkook menahanmu? Dan tuan Park, sejak kapan jam Sembilan malam menjadi larut malam eoh?” jawab Taehyung dingin. “Terserah kau, aku akan pulang sekarang mataku benar-benar mengantuk” ucap Jimin beranjak dari duduknya dan pergi mengarah kepintu apartement, “Hya! Chingu-ya, matamu sudah sangat berat sekarang, lebih baik kau tidur disini saja, besok aku pinjamkan seragamku, lagi pula seragammu tertinggal diloker saat kau pulang mengenakan seragam olah raga bukan?” ucap Taehyung sembari menahan lengan Jimin. “Akh, kau benar, aku akan tidur dikamarmu dan kau tidur dengan Jungkook arra?” ucap Jimin dan segera berlalu meninggalkan Taehyung. “Akh, shireo! Yak! Park Jimin!” teriak Taehyung lengkap dengan sikap cuek Jimin.
            Taehyung menghela nafasnya berat, “Huft,,, kalau tahu begini lebih baik aku tidak usah menahannya tadi, dasar menyebalkan” gumam Taehyung sembari membereskan keributan yang dibuat Jungkook dan Jimin, entah berupa bungkus makanan atau apa pun yang membuat apatementnya terlihat berantakan. Sebentar ia menoleh kearah Jungkook yang tengah tertidur pulas disofa, “Maafkan hyung, Jungkook-ah” ucap Taehyung, entah apa yang membuat Taehyung mengucap maaf, bukankah ia tak melakukan kesalahan? Mungkin ada hal lain yang tidak kita ketahui. Taehyung kembali mengangkat badan Jungkook untuk menidurkannya kekasur, yah, meskipun itu cukup sulit karena Jungkook berat. “Kau berat Jungkook-ah, teruslah tumbuh, menjadi namja yang baik” gumam Taehyung lembut, kemudian ia menidurkan dirinya dikasur yang sama. “Terima kasih dan maaf hyung” balas Jungkook yang rupanya sempat terjaga tadi.
Skip Time
            Jungkook sekarang sedang disekolahnya sekarang, rasanya ia tetap saja sulit untuk melupakan semua kenangan disekolah ini, ia memasang wajah datarnya sembari menelusuri koridor. Setiap kali ia disekolah ia pasti akan cenderung diam, kecuali jika ia bersama sunbae sahabatnya (All member bangtan kecuali Namjoon, karena Namjoon tidak ada disini). Langkah Jungkook terhenti ketika pandangannya mendapati seorang yeoja yang tengah terduduk ditaman yang biasa dijadikan Taejin menunggu kedatangannya, dengan langkah cepat Jungkook berjalan kearah yeoja itu. Dan,,, “Oh! Noona, kau bersekolah disini?” Tanya Jungkook pada yeoja itu, “Akh, Jungkookie? Ne, aku memang sekolah disini, baru hari ini karena aku baru saja pindah, akhirnya kita bertemu lagi” jawab yeoja itu, “Hyojun noona tidak bersama Taetae?” Tanya Jungkook kembali, “Itulah masalahnya, ia belum kembali dari kumpul eskul basket dari tadi” jawab yeoja yang rupanya Hyojun. GRABB,,, sebuah tangan menarik Hyojun untuk berdiri, “Hyojun-ah kajja kita kekelas, kudengar akan ada pengumuman untuk kelas 2, Jungkook-ah maaf kami pergi dulu” ucap namja yang menarik Hyojun, “Oh! Taehyung Hyung!” teriak Jungkook. Percuma sekarang dua orang itu sudah menghilang dari pandangan Jungkook, hey! Bahkan Jungkook baru akan duduk tadi, Taehyung keterlaluan. “Tidak ada yang salah Jungkook-ah, Taetae memang harus menjauhkan yeoja itu dari mu, kau bisa jatuh cinta padanya kapan saja, itu berbahaya. Yah, itu benar, jauhi Hyojun noona” ucap Jungkook dan segera pergi kekelasnya.
Skip Time *One months latter*
            Satu bulan berlalu begitu cepat, memang sebenarnya itu waktu yang lama, selama itu juga Jungkook mengenal Hyojun dan selama itu pula Taehyung selalu mengganggu moment mereka berdua. Saat ini libur panjang tengah dirasakan oleh para siswa di Seoul, begitu juga dengan siswa Academy Artist Song High School semisal Jungkook, Taehyung, Jimin dan kawan-kawannya.
            Disebuah pantai yang sekarang tengah menampakkan dirinya dengan begitu elegan dan indah, terlihat seorang yeoja yang tengah berlari mengejar seorang namja, tawa mereka begitu renyah dan terpancar kebahagiaan diwajah mereka. Disisi lain seorang namja tengah memandang dua sejoli itu antara senang dan cemburu. Taehyung. Namja yang sekarang tengah duduk itu memandang dongsaeng dan juga yeoja chingunya yang kelihatan sangat bahagia, BRAKK,,, mata Taehyung membulat seketika ketika ia melihat kedua orang itu sekarang jatuh saling menindih dan terlihat jelas disana bibir mungil Hyojun –yeoja chingunya- tengah menempel di bibir Jungkook. Saat itu juga rasa gelisah Taehyung semakin memuncak, terlihat jelas kalau Taehyung sedang menyimpan kekhawatiran dalam hatinya.
Jungkook and Taehyung pov
            “Hyung maaf, aku benar-benar tak sengaja tadi, sungguh” ucap Jungkook penuh penyesalan. Taehyung tersenyum, “Jungkookie, hyung tahu apa yang ada difikiranmu, kau selalu berfikir kalau Hyojun itu Taejin bukan?” Jungkook diam tak berani menatap Taehyung, Taehyung menghela nafasnya, “Matamu tak salah, hatimu tak salah, dan semua penilaianmu juga tak salah. Hyojun, ia memang mirip dengan Taejin, ketika awal aku melihat Taejin aku sempat berfikir kalau ia itu Hyojun, tapi kenyataannya Hyojun tak di Korea saat itu, dan aku baru sadar kalau Taejin memang sangat mirip dengan Hyojun. Aku mengenalkan Hyojun padamu saat itu memang aku sengaja. Aku takut kalau, yeoja yang aku cintai bertemu denganmu dijalan, dan kemudian kau menyukainya aku yakin aku bisa menjadi hyung yang kejam karena aku sengat mencintai Hyojun dan tak boleh ada orang lain merebutnya dariku. Aku tak ingin tersesat dan merebut Hyojun dengan cara kasar seperti Namjoon hyung lakukan dulu saat kau bersama Taejin, maka dari itu aku mengenalkan Hyojun sebagai yeoja chinguku padamu. Aku tahu kau menyukainya. Maaf aku mungkin terlalu egois dan,,, “ ucapan Taehyung terpotong ketika Jungkook menaruh jari telunjuknya dihadapan Taehyung, menandakan Jungkook tak kuat mendengar ucapan dari Taehyung. “Hyung benar, aku mungkin memang terkadang melihat Hyojun noona sebagai Taejin, tapi perlu hyung tahu kalau aku tak menyukai Hyojun noona. Dan jika selama ini hyung selalu menjauhkan aku dan Hyojun noona juga tak salah, memang itu yang harus hyung lakukan, hyung harus pertahankan Hyojun noona, aku takut kalau ia bersamaku ia hanya akan tersakiti oleh masa laluku” ucap Jungkook tetap menunduk.
            “Maafkan hyung, apa hyung salah mengenalkan Hyojun padamu? Dan maaf hyung terlalu egois” Taehyung kembali mengucap maaf sembari menatap lurus kearah pantai. GRABB,,, pelukan hangat Jungkook menyelimuti tubuh Taehyung sekarang, “Hyung benar, tidak pernah salah, aku bahkan lebih egois dari hyung kalau sampai Hyojun noona menjadi milikku, dan setidaknya terima kasih atas hari ini, hyung membiarkanku bermain bersama Hyojun noona. Itu sedikit mengurangi rinduku pada Taejin” Jungkook melepas pelukannya dan senyuman kecil tersungging dibibirnya, matanya saling bertatapan dengan Taehyung. “Oppa! Jungkookie! Palli! Kita keresort, akan ada acara sepecial khusus para pengunjung resort!” Hyojun, yeoja itu sekarang tengah memandang kedua namja dihadapannya, “Kajja” ucap Hyojun sembari menarik lengan dua namja itu, “Oh! Chakkaman, kameraku aku titipkan ditempat penitipan, aku akan mengambilnya kalian pergi dulu” ucap Taehyung dan segera meninggalkan Jungkook dan Hyojun.
            Jungkook dan Hyojun memutuskan untuk tetap menunggu Taehyung disebrang jalan, pemutus resort dan pantai, senyum terbentuk ketika pandangan mereka melihat Taehyung tengah berlari menghampiri mereka dengan kamera dilehernya. Dan sialnya ketika Taehyung menyebrang, dompetnya jatuh tepat di tengah jalan, membuatnya harus kembali mengambilnya. Taehyung tak tahu kalau dari arah lain sebuah mobil truk tengah berjalan cepat. “TAEHYUNG-AH!! AWASS”, “TAEHYUNG HYUNG!!! ADA MOBIL!!! AWAS!!!”
BRAKK,,,
Skip Time *1 tahun kemudian*
            “Oppa, jangan sedih terus, kita akan kesana sekarang” ucap seorang yeoja pada namja dihadapannya, “Tapi kau janji, kau harus mendoakannya kalau disana nanti” jawab namja itu. “Hyojun, selalu mendoakannya oppa, bahkan setiap saat” jawab yeoja itu. Sekarang dua sejoli ini tengah terjongkok dimakam seseorang, air mata dari namja tersebut tak hentinya mengalir dan sang yeoja dengan setia menenangkan namjanya itu. Namja itu mengusap pelan batu diatas makam itu yang bertuliskan ‘Jeon Jungkook’, “Jungkookie maafkan hyung” ucap namja itu pelan.
Flashback
            “TAEHYUNG-AH!! AWASS”, “TAEHYUNG HYUNG!!! ADA MOBIL!!! AWAS!!!”
BRAKK,,,
Jungkook tertabrak, bagaimana bisa? Tentu, ketika ia berteriak, ia juga berlari dan sekuat tenaga mendorong tubuh Taehyung agar ia tak tertabrak. Usahanya berhasil namun tragis, ia masih ada ditengah jalan ketika tubuh Taehyung terhuyung ketepi jalan. Dan benda besar, berat dan terbuat dari besi itu menghantam tubuhnya tanpa ampun, membuat Jungkook terlempar dan kepalanya menghantam aspal dan mengeluarkan darah segar. Jungkook sempat dilarikan kerumah sakit, tapi apa daya, benturan dikepalanya terlalu keras membuat ia harus menyerah pada takdir dan meninggalkan Taehyung dan Hyojun selamanya.
Flashback end
            Taehyung. Yup! Namja itu tak lain adalah Taehyung, ia masih saja menyesal “Kalau saja Jungkook tak menolongku pasti Jungkook masih hidup sekarang” kata-kata itu masih saja rutin keluar dari mulut Taehyung, Hyojun tahu kalau namja chingunya itu masih sangat sedih meskipun kejadian itu sudah satu tahun lalu. Ia juga sedih sebenarnya, tapi apa yang bisa ia lakukan? Toh kenyataannya Jungkook tak akan hidup kembali kalau ia tangisi bukan?
           WUSS,,, angin menerpa badan Taehyung dan Hyojun, membawa debu-debu yang membuat mereka kelilipan. Dan,,, entah memori dari mana dan tersimpan diotak bagian apa, tiba-tiba mereka berdua melihat dihadapannya, ada Taejin, Namjoon dan Jungkook tengah tersenyum satu sama lain. Jungkook saling berpelukan dengan Taejin dan Namjoon dengan gemas mengacak rambut Jungkook. Taehyung dan Hyojun melihat itu dengan begitu jelas sekarang. Jungkook menolehkan kepalanya dan menatap Taehyung dengan senyum mengembang “Hyung jangan sedih, aku bahagia disini, dugaanku benar kalau memang Taejin itu akan menungguku ‘disini’ dan jaga Hyojun noona. Berhentilah bersedih hyung atau aku akan sangat merasa bersalah karena meninggalkanmu” ucap Jungkook. Detik berikutnya Jungkook menulurkan tangannya dihadapan Taehyung, dan uluran itu baru saja akan Taehyung terima, namun ketika jarak telapak tangan mereka kurang dari dua senti, bayangan Jungkook, Taejin dan Namjoon terburu hilang. Meski begitu Taehyung merasa senang karena tuhu kalau Jungkook bahagia ‘disana’. “Hyojun maafkan aku karena tak pernah menuruti ucapanmu, agar tak terus bersedih, kau benar rupanya jika aku begini terus Jungkook juga menjadi tak tenang ‘disana’” ucap Taehyung sembari memeluk erat yeoja disebelahnya, yaitu Hyojun dan benar saja Hyojun merasa lega sekarang, namja chingunya tak sedih lagi. Mereka berpelukan dengan senyum dan rasa bahagia mereka melihat namja sahabatnya juga bahagia bersama yeoja chingu dan hyung -sahabatnya-.
~FIN~

FF BTS-This Time Pt.1






This Time
(Sequel Rain (mianhae, saranghaeyo))

Author                          : Angzilo Lee
Genre                           : Sad (failed).
Ratting  / Length           : PG + 14 / Twoshoot
Cast                             :
·        Jeon Jungkook (Bangtan Boys)
·        Kang Hyojun    (Main Cast)
·        Kim Taehyung  (Bangtan Boys)
·        OC
Summary :
“Saat ini aku baru sadar, bahwa kau benar- benar tak akan pernah kembali lagi padaku. Tapi aku juga sadar bahwa kau memang akan selalu menantiku dan akan tetap mendampingiku ‘disana’, yah, kau hanya satu dan hanya ditakdirkan hanya untukku”

WARNING !!! Typo bertebaran, Cerita amburadul (?), ini FF asli punya Author, berhubung Author masih amatir jadi mungkin tidak terlalu sad (harap maklum, namanya juga failed), mian juga kalau disini Jungkook agak teragis kisahnya. PLEASE GIVE ME A COMMENT AFTER YOU READ AND NO PLAGIAT.
SELAMAT MEMBACA ^^



Cuplikan cerita sebelumnya :
“Pacarmu Lee Taejin, dia,,, dia diculik Jungkook-ah”
“Aku terlambat sampai sana”
“Bisakah kau memaafkanku? Aku mencintaimu”
“Apa kau tak ingin memaafkanku?”
“Hyung maukah kau memaafkanku?”
“Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu”
~This Time~
Tes,,, tes,,,
Tetesan air yang menetes dari dedaunan terus  berjatuhan, tertarik oleh gravitasi bumi yang sangat enggan membuat benda di sekitarnya menjauh dari bumi tersebut. Seberkas cahaya mulai menembus dedaunan pohon, membuat sore ini terlihat begitu indah dan cerah. Hujan itu berhenti, hujan yang menjadi saksi bisu kisah kelam sekaligus memalukan bagi seorang namja yang sampai sekarang belum terbangun dari tidurnya. Cahaya sang mentari menyinari sekaligus menghangatkan tubuhnya yang terlihat sangat beku sekarang ini, cahaya itu memberikan kesan tersendiri pada namja ini, yup! Keindahan. Namja itu sekarang tengah tertidur pulas di atas kasur rumput hijau yang basah setelah terguyur hujan cukup lama. Siapa lagi kalau bukan jungkook. Tubuhnya masih tak jauh berbeda dari sebelumnya, ketika ia pingsan tadi belum ada satu pun orang yang menemukannya sampai sekarang. “JUNGKOOK!!!” terdengar teriakan seorang namja melengking dengan suara beratnya, memanggil-manggil namja yang tengah tertidur sekarang. “Jungkook-ah ireona! Jungkook!” namja itu tak henti-hentinya menggoncangkan tubuh seorang Jeon Jungkook yang terlihat amat tenang dengan mata terpejamnya yang membuat Jungkook benar-benar sangat cute, meskipun bibir merahnya belum sepenuhnya kembali menjadi merah alias masih sedikit kebiruan karena kedinginan. Dengan usahanya yang besar namja itu berusaha mengangkat badan Jungkook yang tak jauh berbeda dengan ukuran badannya itu.
Skip Time
            “Engh,,,” lengguhan seorang namja ini terdengar sangatlah parau ditelinga siapa pun yang mendengarnya sekarang. SRATT,,, disisi lain seorang yeoja berpakaian serba putih ala seorang dokter dengan tangan kecilnya membuka gorden yang menutupi jendela, membuat cahaya matahari bisa lebih leluasa memasuki ruangan yang sekarang ini tengah menampung 3 orang manusia. “Eoh! Kau sudah bangun? Maaf apa aku mengganggu tidurmu?” Tanya yeoja itu pada seorang namja yang tadi melengguh parau, “Emhh,,,” namja itu kembali meregangkan tubuhnya yang terasa kaku, “Gomawo, setidaknya kau tidak membuatku terlambat sekolah pagi ini” ucap namja itu dengan suara bass-nya, sambil tersenyum pada yeoja yang rupanya seorang dokter. Namja itu bangun dari duduknya, sesekali ia melirik seorang namja lainnya yang tengah tertidur pulas diatas ranjang tempat ia menyandarkan kepalanya ketika tertidur tadi. “Apa aku bisa mempercayakannya padamu? Aku tak bisa menjaganya saat nanti, pagi ini aku ada ujian” ucap namja itu menatap datar yeoja yang sekarang berada dihadapannya dan tengah memandang lamat wajah namja diatas ranjang itu. “Tentu bisa, aku seorang dokter, dan seorang dokter akan berusaha sebaik mungkin menjaga pasiennya agar lekas sembuh” ucap dokter itu, “Cepatlah pergi, aku akan menjaganya hingga kau kembali nanti, aku tahu ujian ini penting untuk seorang siswa sepertimu” lanjut dokter itu sambil memegang bahu namja dihadapannya dan tersenyum lembut. “Aku percaya padamu, aku pergi dulu” jawab namja itu dan segera pergi meninggalkan ruangan, sebelumnya ia masih sempat menoleh pada namja diatas ranjang yang di tangannya menancap sebuah infus.
# # # # # # #
            Selepas kepergian namja itu sekitar setengah jam yang lalu, ruangan ini kembali sepi. Ini merupakan sebuah ruangan rumah sakit berfasilitas VVIP, membuat tidak sembarang orang bisa masuk apa lagi berbuat keributan disini. Dokter itu, yeoja yang mengakui dirinya seorang dokter memiliki nama di jas dokternya itu, disana tertulis dr. Jung Seungji. Oh, Seungji rupanya, dokter itu sekarang tengah memandang lamat wajah pasiennya yang bernama Jungkook. Yup! Jungkook sekarang sedang dirawat di rumah sakit ini, namja sahabatnya yang menemukannya saat ia pingsan ditaman kemarin sore adalah sunbae bernama Taehyung.
Ceklek,,,
Pintu ruang itu terbuka, menampakkan sosok seorang namja bertubuh tinggi tegap dengan rambut dicat sedikit pirang tengah memasang wajah datarnya. Namja itu menggendong tas sekolahnya, tak lupa seragamnya yang masih melekat ditubuhnya. Di name tag-nya tertulis namanya dengan hangul yang cukup jelas terbaca ‘Kim Taehyung’, oh! Itu sunbae sahabat Jungkook rupanya. “Secepat itu kau kembali? Ku fikir akan sampai siang” ucap dokter Seungji tanpa menyapa seorang Taehyung, “Ujian dibatalkan, kertas soal yang seharusnya menjadi kesibukanku sekarang, dinyatakan telah musnah” jawab Taehyung datar, “Musnah?” Tanya dokter Seungji sambil mengerutkan keningnya. “Aku tidak tahu pasti, tapi kudengar tempat untuk menyimpan lembaran soal itu tadi malam katanya terbakar karena hubungan arus pendek yang disebabkan rangsangan hujan. Meskipun hanya tempat itu yang terbakar, aku melihat dipengumuman kalau sekolah akan diliburkan selama seminggu karena sunbae kelas 3 akan menggunakan fungsi sekolah secara penuh selama seminggu ini” terang Taehyung panjang lebar, dan satu lagi yang tertinggal, Taehyung ini masih kelas 2 SMA sedang Jungkook kelas 1 SMA. “Chukkae! Aku tahu kau sangat senang sekarang” Seungji bangun dari duduknya dan tersenyum lebar, “Nde, gomapta. Seorang dokter muda berprestasi ini rupanya sangat mengenal siswa SMA” canda Taehyung sambil tersenyum manis.
“Aku pergi dulu, masih banyak hal yang harus aku selesaikan di rumah sakit ini. Jaga kawanmu dengan baik, arra?” ucap dokter Seungji sembari berlalu meninggalkan ruangan. “Tanpa kau menyuruhnya juga sudah pasti aku menjaganya” gumam Taehyung sambil membelakangi dokter Seungji, yang sekarang masih diambang pintu, untuk selanjutnya ia benar-benar pergi meninggalkan ruangan.
Sudah satu jam Taehyung menunggu sahabatnya ini, “Apa kau akan bangun? Apa kau akan meninggalkanku setelah Namjoon hyung juga pergi? Bahkan Taejin juga pergi dengannya” ucap Taehyung lirih sambil memandang lembut wajah sahabatnya, Jungkook. “Jungkook, apa kau mendengarku?” lanjut Taehyung. Sepertinya Taehyung sendiri juga merasa sedikit sebal karena sikap Jungkook pada Taejin, tapi apa boleh buat sekarang? Bahkan ia juga tahu betapa frustasinya Jungkook mendengar berita kematian Taejin, ia tak bisa terus-terusan menyalahkan Jungkook akan semua itu juga bukan?. Taehyung sekarang benar-benar bosan, namja satu ini memang tidak suka menunggu, hanya saat tertentu saja ia bisa bersabar, itu pun sesaat. GRAKK,,, decitan kursi terdengar agak keras, oh! Itu karena Taehyung bangun dari duduknya, “Kalau kau bangun aku akan menunggumu, tapi kalau kau tetap tidur aku akan pergi” ucap Taehyung dingin. Dengan langkah pasti, sekarang Taehyung tengah melangkahkan kakinya menjauhi Jungkook dan mengarah kepintu keluar. GLEKK,,, pintu itu berbunyi menandakan pintu sekarang terbuka, disaat bersamaan Jungkook tersadar dari tidur panjangnya. “Emh,,,” suara Jungkook terdengar parau, mata bulatnya mengerjap-ngerjap membuat pandangannya agar terlihat semakin jelas, tangannya sekarang mulai ia gerakan, dan ia berusaha bangun. Bagaimana dengan Taehyung? Jawabannya ialah diam, ia sekarang diam diambang pintu sembari memasang wajah datarnya, sebenarnya Taehyung tengah menyembunyikan katerkejutannya.
“Aww,,,” teriakan Jungkook terdengar, dengan cepat Taehyung menengok kearah Jungkook, ekspresi datarnya berubah seketika ketika ia melihat Jungkook tengah kesakitan sambil memegang kepalanya. “Neo gwaenchana? Jungkook-ah kau harusnya tetap pada posisi tidur, kau tahu tubuhmu masih butuh istirahat” ucap Taehyung sembari membantu menidurkan Jungkook. “Hyung,,,” suara parau Jungkook terdengar kembali, “Maaf,” saat itu juga Taehyung tersenyum sedang Jungkook memeluknya erat, dan Taehyung? Ia membalas itu.
Skip time *Two Months Latter*
            Kim Taehyung dan Jeon Jungkook. Sekarang kedua namja itu menjadi sangatlah akrab seperti kakak dan adik. Kemana pun Taehyung pergi, pasti Jungkook akan mengikutinya, dan ketika Jungkook ingin pergi kesuatu tempat maka seorang Taehyung tidak akan membuat Jungkook pergi sendiri. Mereka benar-benar menjadi sulit dipisahkan. Bahkan sekarang mereka tengah berada dicafe yang sama dan saling mengejek ria. Duduk mereka berhadapan.
            “Hahaha,,, kau tahu saat kau pertama kali masuk kau benar-benar terlihat bodoh, bahkan aku tak menyangka kau bisa terlihat setampan ini, hahaha,,,”
            “Aish,,, kau memang jahat hyung, namja setampan aku kau bilang terlihat bodoh? eoh? Dasar menyebalkan, bodoh mana aku dengan Jimin hyung dan Suga hyung?”
            Taehyung benar-benar merasa senang sekarang, karena ia berhasil memulihkan mental karibnya itu, bahkan sekarang Jungkook bisa tertawa lepas seperti, Jungkook yang pertama kali ia kenal. Namja yang baik, cute dan tampan sekaligus.
            “Yak, bisa saja kau memang lebih pintar dari Jimin dan Suga hyung, tapi,,,”
            “Wae?”
            “Jangan lupa mereka punya kharisama yang besar, sama seperti sunbae sahabat kita yang genius, siapa lagi kalau bukan nam,,,” Oops, dengan cepat Taehyung menghentikan bicaranya, bagaimana bisa ia lupa kalau Jungkook pasti akan mengingat Taejin, jika ada yang menyebut nama Namjoon. Dan lagi Jungkook pasti akan merasa bersalah lagi. “Namjoon hyung? Dia memang tampan, charisma dan kegeniusannya sangat berbeda jauh dariku, aku hanya namja bodoh” kali ini wajah Jungkook terlihat sendu, membuat Taehyung semakin merasa bersalah.
            “Tapi setidaknya aku lucu dan imutkan hyung? Bahkan namja yang memiliki sifat dingin sepertimu bisa tertawa lepas saat bersamaku, haha,,,” raut wajah Jungkook berubah, ia kembali tertawa, tapi tatapan matanya masih saja sendu. Taehyung diam, ia hanya bisa diam saat ini, tak tahu harus melakukan apa. Jungkook pun sekarang diam, hingga akhirnya,,, “Kau imut dan lucu? Haha,,, bodoh, tadi kau sebut dirimu tampan sekarang imut dan lucu? Hahaha,,,” Taehyung berhasil, ia berhasil membuat Jungkook menorehkan senyumnya. “Hey! Kau tahu? Kalau urusan imut dan lucu, aku punya kawan seorang yeoja. Dia benar-benar sangat polos dan menggemaskan” kali ini Taehyung berbisik.
            “Nugu? Chanji pacar Jimin? Seungha pacar Suga? Kwonri pacar Jin? Lalu,,,”
            “Semua salah! yak! Pabbo! Bagaimana bisa aku membicarakan seorang yeoja yang sudah punya namja chingu? Bahakan mereka yeoja dari sahabat kita, dasar pabbo!” tangan Taehyung terangkat hendak menjitak kepala Jungkook namun dengan cepat Jungkook berteriak. “Andwae!” Jungkook memegang tangan Taehyung, membuat gerakannya terhenti.
            “Mianhae, aku tahu aku salah, baiklah kali ini aku akan serius” Taehyung kembali duduk dan memasang wajah datarnya. Tangannya sudah mengepal, bersiap menghajar Jungkook kalau dugaannya yang aneh-aneh lagi. Jungkook tersenyum simpul. “Akh,,, berarti yeoja itu,,, dokter Seungji!!” PLETAKK,,, sebuah jitakan melus mendarat dikepala Jungkook, dan Jungkook hanya mengaduh dan merancau tak jelas. “Yak! Dia itu noona dari Hoseok hyung pabbo! Baiklah kau harus menyerah, aku akan memberi tahumu” Jungkook diam, tangannya bergerak mengusap kelapanya yang sedikit berdenyut, mata bulatnya memandang Taehyung lamat. “Dia adalah,,, Kang Hyojun, kawan masa kecilku” Taehyung tersipu dan menundukkan kepalanya, Jungkook hanya diam dan berusaha mengerti apa maksud dari ucapan Taehyung.
            “Ooh,,, noona Hyo! Wah dia pasti yeoja chingumu kan hyung? Kapan kau akan mengajaknya bertemu denganku? Aku penasaran ia itu secantik apa sampai hyung-nim yang dingin ini tergoda” Jungkook memamerkan senyum bodohnya. Taehyung berdecak sebal melihat senyum Jungkook, “Dua hari lagi, katanya ia akan datang menemuiku, saat itu juga aku akan mengajakmu” ucap Taehyung pasti.
Skip Time *Two Days Latter*
            “Hyung, mana noona? Kenapa lama sekali?” ucap Jungkook malas, ia sudah bosan menunggu, sudah satu jam mereka menunggu, tapi yeoja bernama Hyojun itu tak kunjung datang. Taehyung hanya berdecak sebal dan memutar bola matanya malas, “Tunggu saja, ia sudah dekat” ucap Taehyung. Jungkook kembali merancau tak jelas dan itu tentu akan diabaikan seorang Kim Taehyung. Oh iya! Sekarang kedua namja itu berada disebuah tempat di Seoul, tepatnya disebuah taman. Tapi taman ini bukan taman yang sama, yang biasa Jungkook kunjungi, Taehyung tahu benar kalau Jungkook pasti akan murung jika ia bawa ketaman itu, tempat masa lalu Jungkook dan Taejin yang sekarang sudah terpendam.
            Tak lama kemudian, “Taehyung-ah annyeong!” terdengar suara seorang yeoja dibelakang Taehyung dan Jungkook, dengan sigap kedua namja itu menoleh. Yeoja itu sekarang tengah memakai dress selutut warna kuning, sepatu berwarna putih, jangan lupakan make-up tipis yang memberikan kesan natural diwajah cantiknya, ditambah rambut panjang tergerai yang melambai-lambai karena tertiup angin. Taehyung tersenyum melihat yeoja itu, dan Jungkook? Ia membulatkan matanya tak percaya, tubuh Jungkook terasa kaku untuk digerakan sekarang.
“Itu,,, Taejin,,,”
~TBC~

Kamis, 22 Oktober 2015

FANFICTION BTS-RAIN


RAIN
(Mianhae, Saranghaeyo)

Author                          : Angzilo Lee (Lee Jung-Hyo)
Genre                           : Sad (failed).
Ratting  / Length           : PG + 14 / Oneshoot
Cast                             :
·        Jeon Jungkook (Bangtan Boys)
·        Park Taejin       (Main Cast)
·        Kim Namjoon  (Bangtan Boys)
Summary                      :
“Apakah Aku hanya seseorang yang datang dan pergi seperti hujan? Hujan yang membuatmu kedinginan dan kesepian? Maafkan aku, aku mencintaimu”


WARNING !!! Typo bertebaran, Cerita amburadul (?), ini FF asli punya Author, terinspirasi dari lagu BTS-Rain, berhubung Author masih amatir jadi mungkin tidak terlalu sad (harap maklum, namanya juga failed), PLEASE GIVE ME A COMMENT AFTER YOU READ AND NO PLAGIAT.
SELAMAT MEMBACA ^^



~.~RAIN~.~

Biga oneun jiteun saek seoul geu wie
Yeojeonhi jam mot iruneun naega heuryeojine
Jeo biga geuchyeo goin mul wie bichyeojin
Oneulttara deo chorahan naega geuryeojine
*Warna tebal hari-hari hujan di Seoul
Aku masih tidak bisa tertidur karena aku mulai memudar
Hujan berhenti dan terlihat refleksi bayanganku di genangan air
Aku melihat diriku, terlihat lebih menyedihkan hari ini*
(Bts - Rain)
            Dentuman music itu terus berputar memecah keheningan ruangan di sebuah café sederhana di Seoul, nada lagu ini juga terkesan mellow meskipun genre hip hop sebagai dasar dari lagu ini tetap terasa. Lagu ini benar-benar sangat pas dengan keadaan Seoul saat ini. Hujan. Café ini terlihat sepi, nyatanya café ini benar-benar sepi, selain karena konsep dari café ini mungkin terkesan terlalu kuno dan nuansanya yang begitu elegan, sangat tidak pas untuk dijadikan tempat merayakan hal bahagia, hanya orang yang sedang putus cinta atau butuh merenung dan menenangkan diri sajalah yang datang kemari. Suasana disini sangatlah tenang dan damai. Letak café ini tepat berada di depan gerbang sebuah sekolah ternama Seoul yaitu Academy Artist Song High School. Biasanya sesepi apa pun tempat ini paling tidak ada 5 sampai 6 orang pengunjung yang secara tak sengaja datang bersamaan, tapi kali ini hanya ada satu orang pengunjung yang terlihat sedang duduk sambil menundukkan kepalanya diatas meja, mata bulatnya itu terlihat mengarah kejendela memandang amukan hujan kota Seoul di luar sana.
           Seseorang yang berada di café itu adalah namja. Kalau diperhatikan sebenarnya ia adalah namja yang cukup tampan, mata bulat dengan iris hitam, hidung mancung, badan yang tegap, jangan lupa rambut yang terlihat acak-acakan , menambak kesan gentle dan juga cute. Bisa dibilang namja itu sangat tampan untuk memikat para yeoja yang bekerja di café itu, berbagai bisikan pujian, kekaguman dan kegugupan para yeoja itu sebenarnya dapat namja itu dengar dengan baik, namun namja itu sangat-sangat mengabaikannya. Tubuhnya yang membelakangi mereka membuat para yeoja itu mengira namja ini tidak mendengarnya. Mata namja ini hanya melihat pada satu titik diluar sana, melihat ganasnya hujan dan sebuah bangunan sekolah, tempat dimana penyesalannya dimulai.
Flashback
“Jungkook-ah!” terlihat seorang namja tengah berlari mengejar kawannya, namja itu mengenakan seragam SMA, di name tag tertulis namanya ‘Kim Namjoon’. Merasa terpanggil namja bernama Jungkook yang hendak pulang dan sedang didepan gerbang menoleh, setelah merasa jarak mereka cukup dekat Namjoon menghirup udara dengan rakus, membuat Jungkook kebingungan.
“Ne hyung, wae-yo? Gwaenchana?” Tanya Jungkook dengan tatapan malas yang selalu pas dengan wajah tampannya.
“Ani,,, gwaenchana ani-ya Jungkook-ah, keadaannya sangat genting sekarang” jawab Namjoon masih tergagap.
“Waeirae?” Tanya Jungkook, kali ini ia memasang wajah datar.
“Pacarmu Lee Taejin, dia,,, dia diculik Jungkook-ah”
“Lee Taejin? Dia diculik? Oh, ayolah hyung aku tahu kau bercanda, tapi candaanmu sama sekali tidak lucu” Jawab Jungkook dingin, untuk kemudian ia membalikkan badannya untuk segera pulang.
“Jungkook-ah, apa aku terlihat sedang bercanda sekarang? Terserah kau percaya atau tidak, tapi seingatku Taejin dibawa oleh penculik itu kehutan belakang sekolah, JUNGKOOK-AH DENGARKAN AKU!!! KAU AKAN MENYESAL JIKA TERUS MENGABAIKANKU!!!” teriak Namjoon penuh amarah.
Flashback end.
            Ingatan itu selalu terbayang di ingatan seorang Jeon Jungkook. Yeah, namja di café itu adalah Jungkook, namja yang mungkin sudah beberapa hari terakhir ini selalu termenung menyesali perbuatannya sendiri. Dengan malas Jungkook beranjak dari duduknya, sebentar ia menoleh kembali sekolah di sebrang jalan dengan wajah datar. Ia keluar dari café itu tanpa mengeluarkan sepeser uang, karna nyatanya ia hanya duduk merenung selama setengah jam di café itu. Jungkook berjalan ditengah-tengah jalanan kota Seoul, cukup gila memang kedengarannya tapi itulah yang ia lakukan sekarang, dijalan yang sepi karena terguyur hujan kurang lebih 1 jam yang lalu, awan mendung, udara dingin dan dentuman derasnya hujanlah yang menemaninya.
            Tatapannya memandang kosong kearah depan, ia kelihatan sedang merenungkan sesuatu. Tubuhnya basah kuyup karena ia memang sengaja menantang hujan. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku yang terdapat di kiri kanan jaket tebalnya, jaket tebal itu tak setebal jaket musim dingin tentunya. Ditengah-tengah tatapannya seberkas ingatan muncul kembali dalam ingatannya.
Flashback
            “Pemirsa, di hutan belakang sekolah ternama Seoul yaitu Academy Artist Song High School, telah ditemukan sebuah mayat seorang siswi bername tag ‘Lee Taejin’ dengan keadaan cukup mengenaskan. Juga seorang namja yang pingsan dan mengalami pendarahan cukup serius dikepala belakangnya, sekarang korban tengah mengalami perawatan intensif di rumah sakit terdekat.”. Click, televisi itu dimatikan oleh pemiliknya, siapa lagi kalau bukan Jungkook, berita itu memang sudah ia dengar sebelumnya dari kawan-kawannya. Berita itu harusnya sudah tak pantas ditayangkan karena kejadiannya sudah 2 hari yang lalu.
            Mata sembab, bengkak dan rambut acak-acakan benar-benar bukan tipe nya, tapi inilah yang nyatanya terjadi. Jungkook menangis. Jungkook terduduk lemas di sofa depan televisinya itu, dengan malas ia mengambil secarik kertas di atas meja dihadapannya, di kertas itu terlihat beberapa tekukan yang membuat kertas itu terlihat kusut, sepertinya ia sudah berkali-kali membacanya. Ia kembali menangis menyesali perbuatannya sambil membaca isi surat itu.
To : Jeon Jungkook

Jungkook maafkan aku, dulu aku mungkin akan sering menjebakmu dengan cara kasar agar menjauhkanmu dari Taejin, tapi itu dulu. Sekarang aku sadar akan kesalahanku, kau sekarang tak pernah mempercayaiku lagi, aku sudah mencoba memberi tahu kepadamu semuanya, tapi kau tetap saja mengabaikanku. Ketika aku melihatmu mengabaikan berita buruk tentang Taejin yang diculik, aku segera pergi kehutan belakang sekolah seorang diri, tapi sialnya aku benar-benar bodoh, aku terlambat sampai sana dan betapa aku terkejut ketika aku melihat tubuh Taejin sudah terbujur lemas tak berdaya, hingga seseorang memukul kepala belakangku, dan semua pengelihatanku berubah gelap.
            Aku tahu aku hyung terburuk yang pernah ada, andai saat itu aku tahu kau sedang marah akan kedekatanku dengan Taejin, dan aku segera pergi menolongnya mungkin hal ini tidak akan terjadi sefatal ini, maafkan aku Jungkook-ah. Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tidak ada didunia ini lagi, maafkan aku menjadi hyung yang buruk bagimu, maafkan aku.

Kim Namjoon,
            Jungkook kembali menangis, ia menahan isakkannya dengan menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya.
Flashback end
            Jungkook menghela nafasnya yang terasa berat, sekarang wajah tampannya sudah kelihatan memucat bahkan ia terlihat sedikit menggigil, entah kenapa hujan sampai sekarang masih enggan berhenti, hujan ini hujan terpanjang mungkin. Kakinya masih terus melangkah matanya masih saja menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Ingatan lain kembali menghampirinya, ingatan yang sama sekali tak ingin ia ingat lagi, ia meneteskan air mata, wajahnya yang basah dan air hujan yang terus menghantamnya membuat air mata itu tersamarkan. “Bisakah kau memaafkanku? Aku mencintaimu, datanglah padaku, kembalilah, jangan tinggalkan aku,,, Taejin-ah saranghae,,,” gumam Jungkook dengan suara bergetar.
            Cukup lama Jungkook berjalan hingga ia sampai disebuah bukit dekat taman yang biasa ia datangi bersama kekasihnya dulu, Lee Taejin, yeah, itu hanya dulu. Wajahnya semakin pucat, tubuhnya menggigil, bibirnya yang seharusnya merah sekarang terlihat membiru karena kedinginan. “Aku tahu aku salah, meski begitu tak seharusnya kau meninggalkanku selamanya, aku mencintaimu, maafkan aku atas semua sikap burukku, aku mencintaimu, KAU DENGAR LEE TAEJIN!! AKU MENCINTAIMU!!!” Jungkook berteriak bersamaan dengan suara petir yang meyambar. Ia kelihatan begitu lemas untuk kemudian terduduk, menekuk lututnya didepan dada sedang tangannya memeluk lututnya. Ia menenggelamkan kepalannya diantara lututnya, detik berikutnya terdengar isakkan seorang Jungkook dengan bahunnya yang terlihat bergetar.
Tak lama ia terisak, bisa kita lihat ia bangkit dari duduknya menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya pelan. “Apa kau tak ingin memaafkanku? Hyung maafkan aku dan Taejin-ah, apa aku terlihat sangat buruk dimatamu? Maaf. Apakah Aku adalah seseorang yang paling menyedihkan? Apakah keberadaanku kepadamu ini seperti hujan? Jika tidak, apakah Aku hanya seseorang yang datang dan pergi seperti hujan? untuk siapa hujan ini? Apa ini semakin menandakkan kalau aku memang begitu buruk? Mianhae, jeongmal mianhae, karena aku menjadi orang jahat dimatamu. TAEJIN-AH!! MIANHAE!! NEOMU SARANGHAE!!” Jungkook kembali terisak, kemudian ia meneruskan kata-katanya, “ Jika suatu saat nanti kau kembali dengan raga orang lain, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu” gumam Jungkook, kedua tangannya terlihat mengepal. AARRRGGHHH,,,,!!! teriakan Jungkook sepertinya menguras habis tenaganya hingga ia terjatuh ketanah pengelihatannya kabur sekarang, sebentar ia melihat seberkas cahaya menyilaukan matanya, ia melihat Taejin dan Namjoon tengah tersenyum kearahnya dengan pakaian serba putih untuk akhirnya menghilang, lalu semuanya gelap dipandangan Jungkook. Jungkook pingsan saat itu juga, tanpa ada yang mengetahuinya, air diwajah Jungkook bukanlah murni air hujan tapi ada juga air mata yang menyiratkan kesedihan dan penyesalan yang mendalam.

~FIN~