This Time Pt.2
(Sequel Rain (mianhae, saranghaeyo))
Author : Angzilo Lee
Genre : Friend Ship, Sad (failed), etc.
Ratting / Length : PG + 14
/ Twoshoot
Cast :
- · Jeon Jungkook (Bangtan Boys)
- · Kang Hyojun (Main Cast)
- · Kim Taehyung (Bangtan Boys)
- · OC
Summary :
“Saat ini aku baru sadar, bahwa kau benar- benar
tak akan pernah kembali lagi padaku. Tapi aku juga sadar bahwa kau memang akan
selalu menantiku dan akan tetap mendampingiku ‘disana’, yah, kau hanya satu dan
hanya ditakdirkan hanya untukku”
WARNING : “Dalam cerita ini tidaklah tercantum
genre YAOI, jadi apa bila kalian merasa ada kedekatan namja x namja. Itu hanya
sebatas kakak adik dan solidaritas sebagai sahabat. Its just brother
relationship”
~This Time~
“Itu,,, Taejin,,,”
Jungkook membulatkan matanya, antara percaya atau tidak
ia sungguh bingung sekarang, apakah yeoja itu benar-benar seorang Taejin?
Pertanyaan itu terus berputar dikepala Jungkook. “Annyeong! Hyojun-ah kenapa
kau baru sampai? Kau lewat mana? Eoh?” Tanya Taehyung girang, “Heol! Apa
sekarang ini seorang Taehyung sangat merindukanku? Bahkan ia tak sabar menunggu
kedatanganku” jawab yeoja itu yang rupanya adalah Hyojun, sahabat kecil
Taehyung yang sedang ditunggu kedatangannya. “Aish,,, berhentilah bermimpi
agashi, kenapa kau masih sangat menggemaskan eoh?” jawab Taehyung sambil terus
tersenyum dan mencubit pipi Hyojun, dan Hyojun hanya tersenyum menerima
perlakuan itu. GRABB,,, sekarang Taehyung menarik Hyojun kepelukannya, senyum
cerah mengembang sempurna diwajah dua sejoli ini. Setelah hampir lima tahun
mereka tak bertemu, mungkin inilah saat yang tepat bagi mereka berdua untuk
saling melepas rindu dan berbagi kasih sayang kembali.
Jungkook tetap diam terpaku, tatapannya tetap terpusat
pada Hyojun sekarang, “Oh! Nuguseyo? Apa kau chingu dari Taehyungie?” Jungkook
terkejut, ketika mata dari yeoja yang tengah ia perhatikan menoleh dan menatap
wajahnya, tak lupa menorehkan senyum manisnya. “Ah, ia Jungkook, sahabatku dan
ia seorang hobae” jelas Taehyung mengenalkan, “Jinjja-yo? Itu berarti aku
seorang noona? Annyeong Jungkook-ssi, Kang Hyojun imnida” ucap Hyojun sambil
mengulurkan tangannya kearah Jungkook. Jungkook
diam seribu bahasa, sampai akhirnya ia sadar ketika ponselnya bergetar tanda
sebuah pesan menghampirinya. “Oh! Nde? Umm,,, naneun Jeon Jungkook imnida” ucap
Jungkook tergagap, menundukkan badannya 90 derajat dan menerima uluran tangan
Hyojun. Dengan cepat Jungkook menarik tangannya dan mengambil posel disaku
jaketnya, “Akh, hyung, noona, sepertinya aku harus pulang sekarang” ucap
Jungkook, membuat Taehyung dan Hyojun mengerenyitkan dahi mereka, “Waeyo? Apa
kau tak nyaman denganku? Mianhae” jawab Hyojun, “Aish, aniya noona, keundae aku
harus kerumah kawanku sekarang, ada tugas sekolah yang harus diselesaikan” jawab
Jungkook cepat, Hyojun mengangguk dan Taehyung hanya memasang wajah datar,
“Yasudah, hyung aku pergi dulu dan noona bangapseumnida!” Jungkook berteriak
karena ia bicara sambil berlari dan melambaikan tangannya dengan senyum
mengembang. Hyojun dan Taehyung ikut tersenyum dan melambaikan tangannya pula.
“Dia hobae yang lucu, tapi kenapa dia terlihat terkejut ketika melihatku tadi?
Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?” gumam Hyojun, “Kau belum pernah
mengenalnya, ia begitu karena masa lalunya yang,,,” Taehyung menggantungkan
kalimatnya, “Yang apa?”, “Aniya, hmm,,, apa kau ingin jalan-jalan?” Tanya
Taehyung, dan Hyojun mengangguk riang. Mereka berdua pun saling bergandengan
tangan meninggalkan tempat itu, dan memulai acara jalan-jalan mereka, yang
sayangnya Jungkook tak jadi ikut.
Skip Time
Jungkook sekarang sedang berguling-guling tak jelas di
kasurnya sambil sesekali melamun kemudian menutupi wajahnya dengan bantal yang
ia peluk sekarang. Ingatannya kembali melayang mengingat kejadian yang baru
saja terjadi. Sejak ia sampai dari taman tadi, ia langsung menidurkan dirinya
dan itu membuat berbagai pertanyaan berputar dikepalanya. Apa menurut kalian
Jungkook benar-benar kerumah kawannya tadi? Tentu jawabannya tidak, pesan tadi
bukanlah pesan dari kawannya, melainkan pesan dari operator sim dan untuk
pertama kalinya ia mengucap terima kasih pada pengirim pesan itu, karena
membantu Jungkook kabur dari taman. Saat ditaman tadi, Jungkook benar-benar tak
bisa menjaga gejolak hatinya untuk menahan tangis saat melihat yeoja yang
mengaku dirinya bernama Hyojun. Apa mungkin Jungkook salah melihat? Atau mata
Jungkook sedikit sakit sekarang? Akh, jangan-jangan bayangan Taejin sudah tak
bisa hilang dari pandangan Jungkook? Hey! Ayolah, bahkan Jungkook sendiri tidak
tahu apa yang terjadi padanya barusan. “Yak, Jungkook, Hyo noona benar-benar
mirip dengan Taejin, apa itu Taejin yang meminjam raga orang lain? Tapi, Akh,
pabbo! Jungkook ingat dia itu Hyojin noona, yeoja chingu dari Taehyung hyung,
sadarlah!!!” gumam Jungkook pada dirinya sendiri sambil terus memukul kepalanya.
CKLEKK,,, pintu kamar apartemen Jungkook terbuka, membuat
Jungkook terkejut. “Hello brother!” seorang namja bertubuh kekar dengan tinggi
yang membuat Jungkook sedikit menunduk jika menatapnya, masuk begitu saja
kekamar Jungkook dengan senyum mengembang. “Oh! Hyung! Ku fikir kau maling,
masuk apartement orang sembarangan” jawab Jungkook tersenyum sambil berhigh
five dengan namja itu. “Maling? Dasar bodoh, mana Taehyung? Tadi aku tak
menemukannya diruangan mana pun” Tanya namja itu, “Aish,,, kau sudah
berkeliling apartement Taehyung hyung? Jinjja, Taetae sedang pergi kencan
dengan yeojanya dan mungkin dia akan pulang sedikit larut, kenapa hyung
mencarinya?” jawab Jungkook panjang lebar. “Huft,,, aniyeo, aku hanya ingin
bertemu dan bermain game dengannya” jawab namja itu, “Akh, Jiminie hyung bukan
ingin mengajak Taetae menonton film blue kan?” Tanya Jungkook tersenyum evil,
“Yak! Dongsaeng aku tidak se-yadong itu! sejak kapan Tae pernah mau aku ajak
menonton film blue eoh?” jawab namja itu yang rupanya adalah Jimin, salah satu
sahabat Jungkook dan satu kelas dengan Taehyung. Oh! Pemberitahuan, setelah
Jungkook pulang dari rumah sakit dua bulan lalu, selama itu pula Jungkook pindah
keapartement Taehyung. Alasannya mudah saja, karena Taehyung yang dingin itu
memaksanya, Taehyung overprotective sekarang pada Jungkook (Vkook couple).
“Haha,,, hyung mengaku akhirnya kalau sering mengajak
Taetae menonton, tapi hyung, apa kau tak mau bermain game denganku? Aku bosan
sekarang” ajak Jungkook, “Akh, nde, palli aku siapkan gamenya dan kau ambil
cemilan, arra?” jawab Jimin, dengan sigap Jungkook segera pergi kedapur untuk
mengambil apa yang Jimin suruh, “Semoga dengan begini bisa menghilangkan
ingatanku sementara mengenai Taejin atau pun Hyojun noona” gumam Jungkook
pelan.
Skip Time
“Huamm,,,” terdengar uapan seorang Jimin diruangan yang
saat ini sedang ia gunakan untuk menonton film bergenre comedy, meskipun comedy
tapi Jimin –yang sekarang bersama Jungkook- tak tersenyum apa lagi tertawa
melihat adegan konyol di film tersebut. Pandangan Jimin sekarang sedikit kabur,
mulutnya tak henti-hentinya menguap, dan lagi kepalanya beberapa kali ia
geleng, yup! Jimin mengantuk. Sebenarnya Jimin sudah berniat pulang sejak
beberapa jam yang lalu, tapi Jungkook menahannya dengan alasan ia takut
sendirian, sungguh ia masih terlalu muda sekarang. “Jungkook, hyung mengantuk,
kita tidur saja ne?” ucap Jimin pada Jungkook yang disampingnya. Tak ada jawaban,
Jungkook diam “Jungkookie, apa kau dengar? Jungkook?” dengan malas Jimin
menoleh kearah namja disampingnya dan,,, “Aissh,,, Jeon Jungkook! Kau sudah
tidur? Kenapa kau,,, akh, jinjja” Oops, Jungkook sudah tertidur pulas rupanya,
membuat Jimin kesal, tapi Jimin juga sulit rasanya untuk marah pada Jungkook
yang terlihat seperti malaikat tidur sekarang.
CKLEKK,,, “Oh! Jimin, kau disini?” tiba-tiba seorang
namja masuk kedalam apartement Jungkook dan Taehyung, dengan malas pula Jimin
menoleh, “Hya! Taehyung pabbo! Kenapa kau baru pulang eoh? Yeoja seperti apa
yang membuatmu pulang selarut ini? Ini jam Sembilan malam” omel Jimin pada
Taehyung yang baru datang. “Yang pasti yeoja yang cantik, keundae, apa Jungkook
menahanmu? Dan tuan Park, sejak kapan jam Sembilan malam menjadi larut malam
eoh?” jawab Taehyung dingin. “Terserah kau, aku akan pulang sekarang mataku
benar-benar mengantuk” ucap Jimin beranjak dari duduknya dan pergi mengarah
kepintu apartement, “Hya! Chingu-ya, matamu sudah sangat berat sekarang, lebih
baik kau tidur disini saja, besok aku pinjamkan seragamku, lagi pula seragammu
tertinggal diloker saat kau pulang mengenakan seragam olah raga bukan?” ucap
Taehyung sembari menahan lengan Jimin. “Akh, kau benar, aku akan tidur
dikamarmu dan kau tidur dengan Jungkook arra?” ucap Jimin dan segera berlalu
meninggalkan Taehyung. “Akh, shireo! Yak! Park Jimin!” teriak Taehyung lengkap
dengan sikap cuek Jimin.
Taehyung menghela nafasnya berat, “Huft,,, kalau tahu
begini lebih baik aku tidak usah menahannya tadi, dasar menyebalkan” gumam
Taehyung sembari membereskan keributan yang dibuat Jungkook dan Jimin, entah
berupa bungkus makanan atau apa pun yang membuat apatementnya terlihat
berantakan. Sebentar ia menoleh kearah Jungkook yang tengah tertidur pulas disofa,
“Maafkan hyung, Jungkook-ah” ucap Taehyung, entah apa yang membuat Taehyung
mengucap maaf, bukankah ia tak melakukan kesalahan? Mungkin ada hal lain yang
tidak kita ketahui. Taehyung kembali mengangkat badan Jungkook untuk
menidurkannya kekasur, yah, meskipun itu cukup sulit karena Jungkook berat.
“Kau berat Jungkook-ah, teruslah tumbuh, menjadi namja yang baik” gumam
Taehyung lembut, kemudian ia menidurkan dirinya dikasur yang sama. “Terima
kasih dan maaf hyung” balas Jungkook yang rupanya sempat terjaga tadi.
Skip Time
Jungkook sekarang sedang disekolahnya sekarang, rasanya
ia tetap saja sulit untuk melupakan semua kenangan disekolah ini, ia memasang
wajah datarnya sembari menelusuri koridor. Setiap kali ia disekolah ia pasti
akan cenderung diam, kecuali jika ia bersama sunbae sahabatnya (All member
bangtan kecuali Namjoon, karena Namjoon tidak ada disini). Langkah Jungkook
terhenti ketika pandangannya mendapati seorang yeoja yang tengah terduduk
ditaman yang biasa dijadikan Taejin menunggu kedatangannya, dengan langkah
cepat Jungkook berjalan kearah yeoja itu. Dan,,, “Oh! Noona, kau bersekolah
disini?” Tanya Jungkook pada yeoja itu, “Akh, Jungkookie? Ne, aku memang
sekolah disini, baru hari ini karena aku baru saja pindah, akhirnya kita
bertemu lagi” jawab yeoja itu, “Hyojun noona tidak bersama Taetae?” Tanya
Jungkook kembali, “Itulah masalahnya, ia belum kembali dari kumpul eskul basket
dari tadi” jawab yeoja yang rupanya Hyojun. GRABB,,, sebuah tangan menarik
Hyojun untuk berdiri, “Hyojun-ah kajja kita kekelas, kudengar akan ada
pengumuman untuk kelas 2, Jungkook-ah maaf kami pergi dulu” ucap namja yang
menarik Hyojun, “Oh! Taehyung Hyung!” teriak Jungkook. Percuma sekarang dua
orang itu sudah menghilang dari pandangan Jungkook, hey! Bahkan Jungkook baru
akan duduk tadi, Taehyung keterlaluan. “Tidak ada yang salah Jungkook-ah,
Taetae memang harus menjauhkan yeoja itu dari mu, kau bisa jatuh cinta padanya
kapan saja, itu berbahaya. Yah, itu benar, jauhi Hyojun noona” ucap Jungkook
dan segera pergi kekelasnya.
Skip Time *One months latter*
Satu bulan berlalu begitu cepat, memang sebenarnya itu
waktu yang lama, selama itu juga Jungkook mengenal Hyojun dan selama itu pula
Taehyung selalu mengganggu moment mereka berdua. Saat ini libur panjang tengah
dirasakan oleh para siswa di Seoul, begitu juga dengan siswa Academy Artist
Song High School semisal Jungkook, Taehyung, Jimin dan kawan-kawannya.
Disebuah pantai yang sekarang tengah menampakkan dirinya
dengan begitu elegan dan indah, terlihat seorang yeoja yang tengah berlari
mengejar seorang namja, tawa mereka begitu renyah dan terpancar kebahagiaan
diwajah mereka. Disisi lain seorang namja tengah memandang dua sejoli itu
antara senang dan cemburu. Taehyung. Namja yang sekarang tengah duduk itu
memandang dongsaeng dan juga yeoja chingunya yang kelihatan sangat bahagia,
BRAKK,,, mata Taehyung membulat seketika ketika ia melihat kedua orang itu
sekarang jatuh saling menindih dan terlihat jelas disana bibir mungil Hyojun
–yeoja chingunya- tengah menempel di bibir Jungkook. Saat itu juga rasa gelisah
Taehyung semakin memuncak, terlihat jelas kalau Taehyung sedang menyimpan
kekhawatiran dalam hatinya.
Jungkook and Taehyung pov
“Hyung maaf, aku benar-benar tak sengaja tadi, sungguh”
ucap Jungkook penuh penyesalan. Taehyung tersenyum, “Jungkookie, hyung tahu apa
yang ada difikiranmu, kau selalu berfikir kalau Hyojun itu Taejin bukan?”
Jungkook diam tak berani menatap Taehyung, Taehyung menghela nafasnya, “Matamu
tak salah, hatimu tak salah, dan semua penilaianmu juga tak salah. Hyojun, ia
memang mirip dengan Taejin, ketika awal aku melihat Taejin aku sempat berfikir
kalau ia itu Hyojun, tapi kenyataannya Hyojun tak di Korea saat itu, dan aku
baru sadar kalau Taejin memang sangat mirip dengan Hyojun. Aku mengenalkan
Hyojun padamu saat itu memang aku sengaja. Aku takut kalau, yeoja yang aku
cintai bertemu denganmu dijalan, dan kemudian kau menyukainya aku yakin aku
bisa menjadi hyung yang kejam karena aku sengat mencintai Hyojun dan tak boleh
ada orang lain merebutnya dariku. Aku tak ingin tersesat dan merebut Hyojun
dengan cara kasar seperti Namjoon hyung lakukan dulu saat kau bersama Taejin,
maka dari itu aku mengenalkan Hyojun sebagai yeoja chinguku padamu. Aku tahu
kau menyukainya. Maaf aku mungkin terlalu egois dan,,, “ ucapan Taehyung
terpotong ketika Jungkook menaruh jari telunjuknya dihadapan Taehyung,
menandakan Jungkook tak kuat mendengar ucapan dari Taehyung. “Hyung benar, aku
mungkin memang terkadang melihat Hyojun noona sebagai Taejin, tapi perlu hyung
tahu kalau aku tak menyukai Hyojun noona. Dan jika selama ini hyung selalu
menjauhkan aku dan Hyojun noona juga tak salah, memang itu yang harus hyung
lakukan, hyung harus pertahankan Hyojun noona, aku takut kalau ia bersamaku ia
hanya akan tersakiti oleh masa laluku” ucap Jungkook tetap menunduk.
“Maafkan hyung, apa hyung salah mengenalkan Hyojun
padamu? Dan maaf hyung terlalu egois” Taehyung kembali mengucap maaf sembari
menatap lurus kearah pantai. GRABB,,, pelukan hangat Jungkook menyelimuti tubuh
Taehyung sekarang, “Hyung benar, tidak pernah salah, aku bahkan lebih egois
dari hyung kalau sampai Hyojun noona menjadi milikku, dan setidaknya terima
kasih atas hari ini, hyung membiarkanku bermain bersama Hyojun noona. Itu
sedikit mengurangi rinduku pada Taejin” Jungkook melepas pelukannya dan
senyuman kecil tersungging dibibirnya, matanya saling bertatapan dengan
Taehyung. “Oppa! Jungkookie! Palli! Kita keresort, akan ada acara sepecial
khusus para pengunjung resort!” Hyojun, yeoja itu sekarang tengah memandang
kedua namja dihadapannya, “Kajja” ucap Hyojun sembari menarik lengan dua namja
itu, “Oh! Chakkaman, kameraku aku titipkan ditempat penitipan, aku akan
mengambilnya kalian pergi dulu” ucap Taehyung dan segera meninggalkan Jungkook
dan Hyojun.
Jungkook dan Hyojun memutuskan untuk tetap menunggu
Taehyung disebrang jalan, pemutus resort dan pantai, senyum terbentuk ketika
pandangan mereka melihat Taehyung tengah berlari menghampiri mereka dengan
kamera dilehernya. Dan sialnya ketika Taehyung menyebrang, dompetnya jatuh
tepat di tengah jalan, membuatnya harus kembali mengambilnya. Taehyung tak tahu
kalau dari arah lain sebuah mobil truk tengah berjalan cepat. “TAEHYUNG-AH!!
AWASS”, “TAEHYUNG HYUNG!!! ADA MOBIL!!! AWAS!!!”
BRAKK,,,
Skip Time *1 tahun kemudian*
“Oppa, jangan sedih terus, kita akan kesana sekarang”
ucap seorang yeoja pada namja dihadapannya, “Tapi kau janji, kau harus
mendoakannya kalau disana nanti” jawab namja itu. “Hyojun, selalu mendoakannya
oppa, bahkan setiap saat” jawab yeoja itu. Sekarang dua sejoli ini tengah
terjongkok dimakam seseorang, air mata dari namja tersebut tak hentinya
mengalir dan sang yeoja dengan setia menenangkan namjanya itu. Namja itu
mengusap pelan batu diatas makam itu yang bertuliskan ‘Jeon Jungkook’, “Jungkookie
maafkan hyung” ucap namja itu pelan.
Flashback
“TAEHYUNG-AH!! AWASS”, “TAEHYUNG
HYUNG!!! ADA MOBIL!!! AWAS!!!”
BRAKK,,,
Jungkook
tertabrak, bagaimana bisa? Tentu, ketika ia berteriak, ia juga berlari dan
sekuat tenaga mendorong tubuh Taehyung agar ia tak tertabrak. Usahanya berhasil
namun tragis, ia masih ada ditengah jalan ketika tubuh Taehyung terhuyung
ketepi jalan. Dan benda besar, berat dan terbuat dari besi itu menghantam
tubuhnya tanpa ampun, membuat Jungkook terlempar dan kepalanya menghantam aspal
dan mengeluarkan darah segar. Jungkook sempat dilarikan kerumah sakit, tapi apa
daya, benturan dikepalanya terlalu keras membuat ia harus menyerah pada takdir
dan meninggalkan Taehyung dan Hyojun selamanya.
Flashback end
Taehyung. Yup! Namja itu tak lain adalah Taehyung, ia masih saja
menyesal “Kalau saja Jungkook tak menolongku pasti Jungkook masih hidup
sekarang” kata-kata itu masih saja rutin keluar dari mulut Taehyung, Hyojun
tahu kalau namja chingunya itu masih sangat sedih meskipun kejadian itu sudah
satu tahun lalu. Ia juga sedih sebenarnya, tapi apa yang bisa ia lakukan? Toh
kenyataannya Jungkook tak akan hidup kembali kalau ia tangisi bukan?
WUSS,,, angin menerpa badan Taehyung dan Hyojun, membawa
debu-debu yang membuat mereka kelilipan. Dan,,, entah memori dari mana dan
tersimpan diotak bagian apa, tiba-tiba mereka berdua melihat dihadapannya, ada
Taejin, Namjoon dan Jungkook tengah tersenyum satu sama lain. Jungkook saling
berpelukan dengan Taejin dan Namjoon dengan gemas mengacak rambut Jungkook.
Taehyung dan Hyojun melihat itu dengan begitu jelas sekarang. Jungkook
menolehkan kepalanya dan menatap Taehyung dengan senyum mengembang “Hyung
jangan sedih, aku bahagia disini, dugaanku benar kalau memang Taejin itu akan
menungguku ‘disini’ dan jaga Hyojun noona. Berhentilah bersedih hyung atau aku
akan sangat merasa bersalah karena meninggalkanmu” ucap Jungkook. Detik
berikutnya Jungkook menulurkan tangannya dihadapan Taehyung, dan uluran itu
baru saja akan Taehyung terima, namun ketika jarak telapak tangan mereka kurang
dari dua senti, bayangan Jungkook, Taejin dan Namjoon terburu hilang. Meski
begitu Taehyung merasa senang karena tuhu kalau Jungkook bahagia ‘disana’. “Hyojun
maafkan aku karena tak pernah menuruti ucapanmu, agar tak terus bersedih, kau
benar rupanya jika aku begini terus Jungkook juga menjadi tak tenang ‘disana’”
ucap Taehyung sembari memeluk erat yeoja disebelahnya, yaitu Hyojun dan benar
saja Hyojun merasa lega sekarang, namja chingunya tak sedih lagi. Mereka
berpelukan dengan senyum dan rasa bahagia mereka melihat namja sahabatnya juga
bahagia bersama yeoja chingu dan hyung -sahabatnya-.
~FIN~


